Puluhan Wartawan Duduk Bersama Lapas Pasir Pengaraian, Transparansi Pembinaan Warga Binaan Jadi Sorotan

IMG-20260903-WA0071

Rokan hulu, ard-news.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian memperkuat keterbukaan informasi publik dengan membangun komunikasi langsung bersama puluhan insan pers melalui kegiatan Kopi Talk, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan yang digelar di Ruang Pendaftaran Kunjungan Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian itu menjadi ruang dialog antara jajaran pemasyarakatan dan media, khususnya dalam membuka informasi mengenai pelaksanaan pembinaan warga binaan di balik tembok Lapas.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian Efendi Parlindungan Purba, A.Md.I.P., S.H., M.H., serta Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Freddy Rinaldi Siregar.

Media Didorong Menjadi Jembatan Informasi Publik

KPLP Freddy Rinaldi Siregar dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dan berkelanjutan antara institusi pemasyarakatan dengan media.

“Kami memohon dukungan dan kerja sama dari rekan-rekan media. Komunikasi dan sinergi ini penting agar informasi terkait kegiatan di dalam Lapas dapat tersampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, komunikasi yang terbuka dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai aktivitas di lingkungan pemasyarakatan.

Di Balik Tembok, Ada Proses Pembinaan

Kalapas Efendi Parlindungan Purba menegaskan bahwa Lapas tidak semata-mata menjadi tempat bagi warga binaan menjalani pidana.

Lebih dari itu, terdapat proses pembinaan yang diarahkan untuk membentuk kesiapan warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

“Di balik tembok Lapas, ada berbagai kegiatan pembinaan yang terus dilakukan. Sekaligus kami berupaya menjaga keamanan dan ketertiban. Lapas bukan sekadar penjara, tetapi tempat pembinaan,” tegas Efendi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari sejauh mana proses pembinaan mampu memberikan bekal kepada warga binaan untuk menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidananya.

Kritik dan Aspirasi Media Dibuka

Dalam dialog tersebut, jajaran Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian juga membuka ruang bagi insan pers untuk menyampaikan kritik, aspirasi maupun masukan.

Langkah itu dipandang sebagai bagian dari upaya membangun transparansi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami menampung aspirasi dari rekan-rekan media agar dapat tersalurkan dengan baik. Masyarakat perlu tahu bahwa Lapas bukan hanya soal tembok dan hukuman, tetapi juga tentang pembinaan dan bagaimana warga binaan dipersiapkan untuk kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan Kopi Talk berlangsung dalam suasana dialogis. Puluhan wartawan berinteraksi langsung dengan jajaran Lapas, membahas berbagai hal yang berkaitan dengan komunikasi publik, keamanan, pelayanan hingga program pembinaan warga binaan.

Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan pers dalam menghadirkan informasi yang faktual, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Di tengah tuntutan keterbukaan informasi publik, komunikasi langsung antara institusi pemasyarakatan dan insan pers menjadi salah satu ruang penting untuk memastikan bahwa proses pembinaan di balik tembok Lapas tidak terputus dari perhatian masyarakat.(Amir)

Ard News