JAKARTA BARAT. ARD-NEWS.COM.Peran Tim Penggerak PKK dinilai menjadi ujung tombak dalam melindungi perempuan dan anak dari kekerasan. Hal itu disampaikan dalam Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak yang digelar Yayasan Pengaduan Hukum Masyarakat Indonesia (YPHMI) di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Rabu (22/7).
Perwakilan PKK Kelurahan Semanan, Irna, mengatakan materi dari YPHMI sangat bermanfaat. Para kader siap menjadi perpanjangan tangan untuk edukasi ke warga.
“Materi yang diberikan YPHMI sangat bermanfaat bagi kami. Sebagai kader PKK, kami akan menyampaikan kembali kepada warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ujar Irna.
Menurutnya, kader PKK punya kedekatan dengan masyarakat hingga tingkat keluarga. Sehingga strategis untuk mendeteksi persoalan sejak dini.
Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI Jakarta, Tuti Susilawati, menyebut perempuan punya peran penting memutus mata rantai persoalan sosial seperti putus sekolah, TPPO, KDRT, hingga pekerja migran ilegal.
“Ibu adalah pendidik pertama di dalam keluarga. Melalui organisasi PKK, perempuan dapat menjadi pengawas sosial di lingkungannya dan agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman,” kata Tuti.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan pemberdayaan perempuan melalui program pengarusutamaan gender, literasi digital, literasi keuangan, serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan.
Lurah Semanan Jufri mengajak para ibu PKK meningkatkan pengawasan terhadap anak, khususnya dalam penggunaan media sosial.
“Ibu-ibu adalah orang yang paling dekat dengan anak-anak. Mari bersama-sama mengawasi mereka dan jangan takut mengingatkan apabila ada hal yang berpotensi membahayakan,” ujar Jufri.
Sosialisasi ini diinisiasi H. Umar Abdul Aziz selaku Pembina YPHMI sekaligus Wakil Ketua DPD KAI DKI Jakarta. Kegiatan ini kolaborasi YPHMI, Pemkot Jakarta Barat, DPD KAI DKI Jakarta, FJJB, dan didukung Anggota DPRD Lampung Tengah Toni Sastra Jaya.(rz)






