Jakarta , ard-news.com —Dewan Pimpinan Pusat : Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia (LEMTARI).tengah mempersiapkan penobatan Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H. sebagai Tokoh Adat Nasional pertama versi LEMTARI dengan gelar adat “Datuk Pengayom Adat Nusantara.”
Rencana tersebut disampaikan Ketua Umum DPP LEMTARI, Suhaili Husein Datuk Bandaro Mudo, setelah melakukan pertemuan dengan Prof. Jimly Asshiddiqie di Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 12.30 hingga 14.30 WIB tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPP LEMTARI Bidang Organisasi, Dr. Ruslan Effendy, S.H., M.H., serta Wakil Ketua DPP LEMTARI Bidang Antar Lembaga, Dr. Nurhamin, S.Pt., M.H.
Suhaili mengatakan, pertemuan tidak hanya membahas rencana penobatan, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi dan bertukar pandangan mengenai upaya memperkuat adat, budaya, serta nilai-nilai hukum adat di Indonesia.
“Alhamdulillah, pertemuan dengan Prof. Jimly berlangsung dengan penuh keakraban. Selain membahas rencana penobatan, kami juga mendapatkan banyak saran dan arahan beliau terkait bagaimana menghidupkan kembali ketentuan dan nilai-nilai hukum adat dalam kehidupan masyarakat,” ujar Suhaili.
Prof. Jimly diketahui merupakan Ketua Dewan Penasihat LEMTARI. Dalam pertemuan tersebut, jajaran DPP LEMTARI menyampaikan secara langsung rencana pemberian gelar Tokoh Adat Nasional kepada Prof. Jimly, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi.
Menurut Suhaili, Prof. Jimly menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesediaannya menerima amanah apabila penobatan dilaksanakan oleh LEMTARI.
“Alhamdulillah, Prof. Jimly dengan senang hati menerima rencana LEMTARI untuk memberikan atau menganugerahkan gelar Tokoh Adat Nasional pertama kepada beliau,” kata Suhaili.
Kesediaan tersebut menjadi dasar bagi LEMTARI untuk mulai mematangkan persiapan prosesi penobatan.
Direncanakan Akhir Oktober
LEMTARI merencanakan prosesi penobatan digelar pada akhir Oktober 2026 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Namun, tanggal pelaksanaan masih akan ditentukan melalui rapat internal yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Jimly juga memberikan sejumlah masukan mengenai konsep acara. Ia menyarankan agar kegiatan melibatkan berbagai unsur pemerintah, dunia usaha, organisasi adat, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah.
Sejumlah pejabat yang direncanakan diundang antara lain Menteri Dalam Negeri, Menteri Kebudayaan, Menteri HAM, Menteri ATR/BPN, Menteri Kehutanan, Menteri Pariwisata, serta para gubernur dari berbagai provinsi di Indonesia.
LEMTARI juga menargetkan kehadiran pimpinan perusahaan swasta dan BUMN, jajaran pengurus LEMTARI tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, tokoh adat daerah, serta para Sultan dan Raja Nusantara.
Jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang.
Dirangkai Seminar Adat dan Budaya
Prosesi penobatan nantinya juga akan dirangkaikan dengan Seminar Adat dan Budaya Masyarakat Indonesia. Seminar tersebut diharapkan menjadi ruang dialog nasional untuk membahas posisi adat, budaya, dan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat modern.
Sejumlah narasumber direncanakan hadir, di antaranya Prof. Jimly Asshiddiqie dan perwakilan kementerian terkait.
Seminar mengusung tema:
“Perlu Menjadi Orang Beradat dalam Kehidupan Kita.”
Suhaili berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali kesadaran masyarakat terhadap pentingnya adat, budaya, dan kearifan lokal sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Untuk itu, mari sama-sama kita doakan agar seluruh rangkaian kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkas Suhaili.
Rencana penobatan Prof. Jimly Asshiddiqie tersebut menjadi salah satu agenda strategis LEMTARI dalam mendorong penguatan kembali eksistensi adat dan budaya Nusantara di tengah perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia. (amir)






