Jelang Pilkades Giti, Khairul Ansor Bawa Gagasan Transformasi Desa: Transparansi, Ekonomi Lokal hingga Penguatan
Jelang Pilkades Giti, Khairul Ansor Bawa Gagasan Transformasi Desa: Transparansi, Ekonomi Lokal hingga Penguatan SDMROKAN HULU, RIAU – ard-news.com – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Giti, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, mulai memasuki ruang perbincangan publik. Sejumlah kandidat mulai memperkenalkan gagasan mengenai arah pembangunan dan tata kelola pemerintahan desa untuk periode mendatang.Salah satunya Khairul Ansor, calon Kepala Desa Giti yang menawarkan visi “Mewujudkan Desa Giti yang Mandiri, Agamis, dan Sejahtera.”Gagasan yang dibawa Khairul Ansor tidak semata menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai ukuran keberhasilan desa. Visi tersebut disusun dengan pendekatan yang mencakup tata kelola pemerintahan, pembangunan ekonomi, pelayanan dasar serta penguatan karakter masyarakat.Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang transparan.Bagi masyarakat desa, transparansi bukan sekadar persoalan administrasi pemerintahan. Keterbukaan menyangkut bagaimana kebijakan dibuat, bagaimana program pembangunan ditentukan, serta bagaimana kepentingan masyarakat ditempatkan dalam setiap proses pengambilan keputusan.*Membangun dari Potensi Desa*Di sektor pembangunan, Khairul Ansor memasukkan agenda pembangunan infrastruktur desa yang berkualitas dalam rumusan misinya.Namun pembangunan juga diarahkan untuk berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal menjadi salah satu gagasan yang ditawarkan untuk membuka ruang tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat.Konsep tersebut penting karena pembangunan desa tidak cukup hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga harus mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kapasitas masyarakat.Sementara itu, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.Aspek pembangunan manusia tersebut kemudian dipadukan dengan misi mewujudkan masyarakat Giti yang berakhlak mulia, sehingga pembangunan desa diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga memperhatikan dimensi sosial dan moral masyarakat.*Masyarakat Tetap Pemegang Penentu*Meski demikian, Pilkades Giti masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Dengan demikian, seluruh visi dan misi yang disampaikan Khairul Ansor merupakan gagasan dan tawaran program dari seorang calon, yang nantinya akan berhadapan dengan penilaian masyarakat dan kandidat lainnya.*Pada titik inilah masyarakat memiliki posisi strategis.*Pemilih tidak hanya dituntut melihat popularitas kandidat, tetapi juga dapat mencermati visi, misi, program kerja, kapasitas kepemimpinan, integritas serta rekam jejak setiap calon.Sebab, kepemimpinan desa memiliki konsekuensi langsung terhadap kehidupan masyarakat. Mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pengelolaan pemerintahan hingga arah penggunaan sumber daya desa.Pilkades Giti pada akhirnya bukan sekadar kompetisi untuk menduduki jabatan kepala desa. Lebih dari itu, pemilihan tersebut merupakan momentum bagi masyarakat untuk menentukan model kepemimpinan dan arah pembangunan Desa Giti untuk beberapa tahun ke depan.Khairul Ansor kini menawarkan gagasannya.Keputusan akhirnya tetap berada di tangan masyarakat Desa Giti.(Amir)





