Pria Asal Gadingrejo Pasuruan Jadi Korban Begal Berkedok COD HP, Alami Luka Bacok Dan Motor Dibawa Kabur

Pria Asal Gadingrejo Pasuruan Jadi Korban Begal Berkedok COD HP, Alami Luka Bacok Dan Motor Dibawa Kabur

Pasuruan, ard-news.com- Seorang pria asal Kelurahan Gadingrejo, Kota Pasuruan, menjadi korban pembegalan disertai kekerasan saat hendak melakukan transaksi jual beli telepon genggam (HP) bekas melalui sistem Cash on Delivery (COD).

Korban bernama Lukman mengalami luka bacok di bagian tangan dan punggung setelah diserang tiga orang pelaku di kawasan jalan menuju Dusun Krikilan, Desa Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, pada Kamis (31/7/2026) sore.

Peristiwa bermula ketika korban berkomunikasi dengan seseorang yang menawarkan sebuah handphone melalui akun Facebook. Setelah sepakat untuk bertemu, korban datang ke lokasi yang telah ditentukan. Setibanya di sana, korban diarahkan menuju rumah yang disebut sebagai milik teman pelaku.

Namun, di tengah perjalanan menuju lokasi tersebut, korban justru dihadang oleh dua orang tak dikenal yang membawa senjata tajam. Korban sempat memberikan perlawanan, tetapi akhirnya mengalami luka bacok di telapak tangan kanan, luka robek di lengan kiri, serta luka bacok di bagian punggung.

Meski dalam kondisi terluka, korban berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga kemudian mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara para pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor berwarna biru milik korban dengan nomor polisi N 5261 VB.

Kasi Humas Polres Pasuruan, IPTU Joko Suseno, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, komunikasi antara korban dan pelaku hanya dilakukan melalui akun Facebook sehingga identitas para pelaku hingga kini masih belum diketahui.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Pasuruan bersama Polsek Kejayan. Polisi terus melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas sekaligus memburu para pelaku pembegalan.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan transaksi jual beli secara COD dengan orang yang belum dikenal. Pilih lokasi yang ramai, ajak rekan saat bertransaksi, dan hindari memenuhi ajakan bertemu di tempat yang sepi untuk meminimalkan risiko tindak kejahatan. (Fjr).