Sorotan Hunian Buruh PT RAS Mengemuka, Manajemen Pastikan Rumah Pekerja Segera Diperbaiki

IMG-20260918-WA0016

ROKAN HULU, .ard-news.com — Sorotan publik terhadap kondisi hunian pekerja perkebunan PT Riau Anugrah Sentosa (RAS) mendapat respons langsung dari manajemen perusahaan. Pihak perusahaan menyatakan telah menerima keluhan pekerja dan memastikan perbaikan terhadap rumah-rumah yang dinilai membutuhkan pembenahan segera dilakukan.

Respons tersebut disampaikan KTU PT RAS, Punguan Sianturi, dalam pertemuan dengan sejumlah awak media di salah satu rumah makan di kawasan Simpang Lampu Merah Jalan Lingkar, samping Surya Insani, Pasir Pengaraian, Kamis (17/9/2026).

Pertemuan itu berlangsung secara spontan dalam suasana silaturahmi. Jajaran manajemen PT RAS yang baru selesai mengikuti rapat di Kantor Bupati Rokan Hulu kemudian bertemu dengan sejumlah awak media yang tengah berada di lokasi.

Sejumlah unsur manajemen turut hadir, di antaranya KTU, Askep, Humas, Asisten, serta pejabat terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, awak media meminta penjelasan manajemen mengenai kondisi rumah pekerja yang sebelumnya menjadi sorotan dalam pemberitaan media online. Keluhan yang mencuat antara lain menyangkut kondisi hunian yang dinilai tidak layak, termasuk laporan mengenai ditemukannya hewan melata di lingkungan rumah pekerja.

Punguan Sianturi membenarkan bahwa keluhan tersebut telah diketahui pihak perusahaan.
Ia mengatakan, manajemen PT RAS memahami persoalan yang disampaikan pekerja dan telah mengambil langkah untuk menindaklanjutinya.

> “Pihak perusahaan memahami dan akan menindaklanjuti keluhan para pekerja perkebunan. Langkah nyata telah diambil, perusahaan akan segera melakukan perbaikan rumah-rumah yang dikeluhkan dan bahkan sudah diajukan,” ujar Punguan Sianturi.

Menurutnya, perhatian terhadap kondisi tempat tinggal pekerja merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan buruh. Karena itu, rumah-rumah yang menjadi keluhan akan menjadi bagian dari proses tindak lanjut perusahaan.

Manajemen juga menyatakan proses perbaikan akan dipercepat. Namun, realisasi di lapangan nantinya akan menjadi ukuran atas tindak lanjut terhadap keluhan yang telah disampaikan pekerja.

Persoalan tersebut sebelumnya mendapat perhatian setelah kondisi hunian pekerja diberitakan oleh sejumlah media dan menjadi sorotan publik. Bagi pekerja perkebunan, tempat tinggal bukan sekadar fasilitas pendukung, tetapi merupakan bagian dari lingkungan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan keluarga.

Dalam konteks tersebut, komitmen perusahaan untuk melakukan perbaikan menjadi langkah yang dinantikan pekerja maupun publik. Terlebih, keluhan mengenai kondisi hunian telah mendapat respons terbuka dari manajemen.

Pertemuan antara manajemen PT RAS dan awak media kemudian ditutup dengan komitmen menjaga komunikasi. Media tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, sementara perusahaan diharapkan terbuka terhadap berbagai masukan yang berkaitan dengan kepentingan pekerja dan masyarakat.

Kini, perhatian tidak lagi berhenti pada persoalan keluhan. Publik menunggu realisasi perbaikan rumah pekerja sebagaimana disampaikan manajemen PT RAS.
Realisasi tersebut nantinya menjadi bentuk konkret sejauh mana respons perusahaan terhadap persoalan hunian buruh benar-benar diwujudkan di lapangan.(halim)

ARD-NEWS