Tim Gabungan Mabes TNI Turun ke Rohul, Pencegahan Karhutla Diperkuat dari Tingkat Masyarakat
ROKAN HULU – Ard-news.com – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Tim Gabungan Mabes TNI dari tiga matra—TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL), dan TNI Angkatan Udara (AU)—turun memberikan penyuluhan sekaligus mendorong penguatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Kegiatan penyuluhan pencegahan dan penanggulangan karhutla tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan menitikberatkan pada pencegahan sejak dini, deteksi terhadap potensi kebakaran serta percepatan pelaporan apabila ditemukan titik api.
Tim Penyuluhan Karhutla Wilayah Kabupaten Rokan Hulu dipimpin Brigjen TNI Andi Tiawardi. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kolonel Laut Cokorda, Kolonel Supriadi, Kolonel Ivan Supriadi, Letkol Laut Heri, Mayor Arm Nanda Supriatna, dan Mayor Arm Endang Li.
Dari jajaran Kodim 0313/KPR, kegiatan diwakili Pj. Pabung Rohul Kapten Inf. Devi Edward.
Sementara penyuluhan disampaikan Kolonel Ivan Supriadi, didampingi Camat Ujungbatu Sigit Pranjoro, SSTP, dan Kapolsek Ujungbatu Kompol B Kardinal.
Kolonel Ivan Supriadi menegaskan, pencegahan karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat. Masyarakat yang berada paling dekat dengan lingkungan dan kawasan rawan memiliki peran penting dalam mencegah munculnya kebakaran maupun menyampaikan informasi secara cepat ketika terdapat indikasi kebakaran.
“Pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Masyarakat memiliki peran penting, terutama dalam menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Kolonel Ivan Supriadi.
Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar lahan maupun kawasan yang memiliki potensi mudah terbakar. Menurutnya, informasi awal mengenai titik api perlu segera disampaikan kepada aparat atau pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Kalau ada potensi atau tanda-tanda kebakaran, segera laporkan sehingga bisa ditangani sedini mungkin,” katanya.
Dukungan terhadap penguatan pencegahan juga disampaikan Camat Ujungbatu Sigit Pranjoro, SSTP. Pemerintah kecamatan, kata dia, akan terus mendukung sosialisasi serta mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan menghindari praktik pembakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla.
“Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah kecamatan tentu akan terus mendukung upaya sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla,” ungkap Sigit.
Sementara itu, Kapolsek Ujungbatu Kompol B Kardinal mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat,” tegasnya.
Penyuluhan tersebut menegaskan pentingnya membangun sistem pencegahan yang tidak hanya mengandalkan respons ketika kebakaran telah terjadi. Edukasi, kewaspadaan masyarakat dan pelaporan dini menjadi bagian penting untuk memutus potensi kebakaran sejak awal.
Keterlibatan tiga matra TNI bersama Polri, pemerintah kecamatan dan masyarakat juga menunjukkan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor. Di tingkat lapangan, masyarakat menjadi salah satu mata dan telinga awal untuk mengenali potensi kebakaran sebelum berkembang lebih luas.
Melalui penguatan edukasi dan kewaspadaan tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga lingkungan secara bersama-sama serta membangun respons cepat terhadap setiap indikasi karhutla di wilayah Rokan Hulu.(amir)