Ricuh!! Ratusan SUporter Lekok FC Keroyok Wasit Usai Pertandingan Bupati Pasuruan Cup
Pasuruan, ard-news.com – Pertandingan babak penyisihan Bupati Pasuruan Cup antara Lekok FC yang mewakili Kecamatan Lekok melawan Rembang FC dari Kecamatan Rembang berakhir ricuh.
Kericuhan terjadi di Lapangan Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Senin (14/9/2026), sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Ratusan suporter Lekok FC diduga menyerang wasit yang memimpin jalannya pertandingan. Aksi tersebut bermula ketika wasit menjadi sasaran lemparan bekas botol kemasan dari arah penonton.
Situasi kemudian semakin memanas. Sejumlah suporter turun ke lapangan dan mengejar wasit hingga ke tepi lapangan.
Wasit bahkan ditendang dan dipukuli oleh sejumlah suporter yang terbawa emosi.
Petugas dari Polsek Rembang bersama personel Polres Pasuruan yang melakukan pengamanan pertandingan sempat kewalahan membendung amukan massa. Petugas berupaya memisahkan suporter dengan wasit untuk mencegah kericuhan semakin meluas.
Kericuhan tersebut diduga dipicu kekecewaan suporter Lekok FC setelah tim kebanggaan mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah Rembang FC dengan skor tipis 0-1.
Sejumlah suporter juga menuding keputusan wasit dalam pertandingan tersebut lebih berpihak kepada Rembang FC. Namun, tudingan tersebut menjadi bagian dari kekecewaan suporter setelah timnya mengalami kekalahan.
Akibat pengeroyokan tersebut, wasit mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Mantan pemain Persekapas sekaligus Koordinator Sakeramania, julukan suporter Persekapas, H. Khasan Sholeh dan Hendry Londo menyampaikan kekecewaan sekaligus keprihatinan atas insiden pengeroyokan terhadap wasit tersebut.
Menurut mereka, tindakan kekerasan terhadap perangkat pertandingan tidak seharusnya terjadi dalam sebuah kompetisi sepak bola. Apalagi, Bupati Pasuruan Cup merupakan ajang yang diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit pemain sepak bola lokal.
Mereka juga meminta Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan mengambil tindakan tegas terhadap Lekok FC sebagai bentuk evaluasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sanksi yang diusulkan antara lain menggelar pertandingan tanpa penonton atau memindahkan lokasi pertandingan Lekok FC ke lapangan lain yang dinilai lebih kondusif dan aman.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Sepak bola seharusnya menjadi ajang prestasi dan hiburan, bukan tempat untuk melakukan kekerasan,” demikian inti keprihatinan mereka.
Diketahui, kompetisi sepak bola Bupati Pasuruan Cup diikuti oleh 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan. Turnamen tersebut digelar setiap tahun sebagai salah satu upaya mencari dan membina bibit-bibit pemain sepak bola lokal berbakat.
Para pemain potensial dari ajang tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari Persekapas dan Persekap Kabupaten Pasuruan dalam menghadapi kompetisi sepak bola nasional.
Persekapas sendiri ditargetkan dapat meningkatkan prestasi dan menembus Divisi 2 PSSI pada musim mendatang, setelah saat ini masih berkompetisi di Divisi 3.
Dengan demikian, pelaksanaan Bupati Pasuruan Cup diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan trofi, tetapi juga mampu melahirkan pemain-pemain muda berbakat sekaligus membangun budaya sepak bola yang sportif, aman, dan menjunjung tinggi fair play.(Red).