ARD-NEWS.COM, Pasuruan – Sepekan setelah dimulainya tahun ajaran baru, harga berbagai jenis sayur mayur di Pasar Tradisional Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, mengalami kenaikan cukup signifikan. Kondisi yang terpantau sejak Sabtu (18/7/2026) pagi itu mulai berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat karena harga kebutuhan pokok terus merangkak naik.
Hampir seluruh komoditas sayuran mengalami kenaikan harga. Timun menjadi komoditas dengan lonjakan paling tinggi. Sebelum libur sekolah, timun dijual sekitar Rp12.000 per kilogram, sempat turun menjadi Rp10.000 saat masa liburan, namun kini melonjak hingga Rp20.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas lainnya. Harga terong naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Labu siam meningkat dari Rp5.000 menjadi Rp7.000 per kilogram. Sawi bahkan mengalami kenaikan hingga dua kali lipat, dari Rp20.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, kacang panjang, wortel, dan buncis juga mengalami kenaikan harga. Adapun harga kubis dan kentang masih relatif stabil.
Tidak hanya sayur mayur, harga daging ayam juga masih bertahan tinggi di kisaran Rp35.000 per kilogram, setelah sebelumnya berada di angka sekitar Rp31.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang sayur, Yukhanida, mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak awal pekan, bertepatan dengan dimulainya kembali aktivitas sekolah. Menurutnya, pasokan sayuran dari petani berkurang sehingga harga kulakan di tingkat pedagang ikut mengalami kenaikan.
Pedagang lainnya, Aminah, mengaku kenaikan harga membuat banyak pembeli mengurangi jumlah belanja. Jika sebelumnya pelanggan biasa membeli satu kilogram sayuran, kini sebagian besar hanya membeli setengah kilogram agar tetap sesuai dengan anggaran rumah tangga.
Menurut para pedagang, terbatasnya pasokan dari daerah pemasok menjadi penyebab utama melonjaknya harga sayur. Namun, sebagian pedagang juga menduga meningkatnya kebutuhan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong permintaan, sehingga pasokan ke pasar tradisional menjadi lebih terbatas.
Para pedagang berharap pasokan sayuran kembali normal sehingga harga dapat segera turun dan daya beli masyarakat kembali meningkat.(Fjr).







