Bupati Subang Apresiasi Santri Berprestasi Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 Tingkat Kabupaten Subang

IMG-20261023-WA0009

Subang.ArdNews.com– Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menjadi Pembina dalam Upacara Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Subang, pada Kamis (22/10/2026) di Halaman Kantor Bupati Subang. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M.

Peringatan Hari Santri Nasional ke-11 kali ini mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Subang Ngabret Indonesia Emas” dan diawali dengan Pembacaan Naskah Resolusi Jihad oleh K.H. Satibi, Ketua PCNU Kabupaten Subang. Resolusi Jihad tersebut merupakan salah satu dasar diperingatinya Hari Santri Nasional.

Selain pembacaan Naskah Resolusi Jihad, pada Upacara tersebut dilakukan Pembacaan Naskah Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 oleh Rayyan Maulana Alrasid, santri Pondok Pesantren Mumtaz Mizani, dan Pembacaan Ikrar Santri oleh Razita Naura Dhafim Sugiarto, santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Jalal.

Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey pada kesempatan tersebut menyerahkan beberapa penghargaan, yakni:

1. Pencetus Senam Santri Subang Ngabret Tahun 2026;

2. Pemberian Apresiasi Piala dan Sertifikat Kepada Pondok Pesantren Berprestasi diantaranya:

* Pondok pesantren Miftahul Huda Al-Jalal Subang Siswi dari MTsN 1 Subang Atas Nama: Nissa Ainun Mahya (Juara 1 Karateka Internasional) pada kejuaran Internasional SENKAIDO Series VIII 2026 di GOR Ciracas Jakarta Timur 15-18 Oktober 2026;
* Pondok Pesantren Al – Istiqomah Tanjungsiang sebagai: JUARA 1 Choral Speaking Antar Pondok Pesantren Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026;

3. Penyerahan hasil lomba bedah kitab Tijan Ad-Darori Hari Santri Nasional Tingkat Kab. Subang 2026 dengan pemenang sebagai berikut:

* Juara 1 Atas Nama: Siti Nur Awwaliyah dari (Pondok Pesantren Al-Istiqomah Tangjungsiang);
* Juara 2 Atas Nama: Dendi Adriansyah dari (Pondok Pesantren Miftahul Hikmah Pagaden); dan
* Juara 3 Atas Nama: Nurul Afifatul Wafiyabb dari (Pondok Pesantren Az-Zahra Cibatu Tanjungsiang).

Selain menyerahkan penghargaan, Bupati Subang Kang Rey didampingi Wakil Bupati Subang Kang Akur juga melaksanakan Pelepasan Kontingen PORSADIN Pekan Olahraga dan Seni antar Diniyah Kabupaten Subang yang akan Mengikuti Kegiatan PORSADIN Tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Cianjur.

Kang Rey membacakan amanat dari Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. KH. Nasaruddin Umar, MA., yang menekankan Peringatan Hari Santri Nasional adalah untuk mengenang jasa santri dalam kemerdekaan sekaligus mengingatkan peran santri dalam pembangunan.

“Hari Santri yang kita peringati setiap tanggal 22 Oktober ini merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mengajarkan kepada kita bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa. Karena itu, mengenang jasa para pendahulu tidak cukup hanya dengan upacara dan seremonial, kita harus melanjutkan perjuangan mereka melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,”

Selanjutnya, Kang Rey mengungkapkan bahwa santri harus meningkatkan kapasitas diri dan berusaha dengan sungguh-sungguh karena santri memiliki peran besar dalam kemajuan daerah.

“Sebagaimana pesan yang sering kita dengar di pesantren, man jadda wajada, barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil. Pesantren memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa,” ungkapnya

Ia mengapresiasi langkah Presiden RI, Prabowo Subianto yang membentuk Direktorat Jenderal Pesantren, yang menjadi langkah nyata dalam pemajuan pesantren.

“Alhamdulillah, di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama kini memiliki Direktorat Jenderal Pesantren yang secara khusus menangani pengembangan dan penguatan pesantren,” jelasnya

Kang Rey mengingatkan bahwa Peringatan Hari Santri bukan hanya milik santri atau kaum muslim, namun milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan dan menjunjung tinggi gotong-royong.

“Ha