LHOKSEUMAWE, ARD-NEWS – Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk pemulihan pascabencana di Kota Lhokseumawe mulai diwujudkan dalam bentuk pekerjaan fisik. Salah satunya melalui normalisasi Waduk Pusong tahap II senilai Rp3 miliar.
Normalisasi ini bertujuan memulihkan fungsi waduk sebagai infrastruktur pengendali banjir di Kota Lhokseumawe, Aceh.
Berdasarkan data penggunaan tambahan TKD Tahun Anggaran 2026, Kota Lhokseumawe memperoleh alokasi sebesar Rp124,16 miliar. Porsi terbesar yakni Rp92,84 miliar atau 74,77% diarahkan untuk sektor infrastruktur.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Junaedi mengatakan, pengerukan tahap kedua Waduk Pusong sudah dimulai Rabu (29/7/2026).
“Ini kita sudah mulai pengerukan di waduk. Pengerjaan tahap kedua reservoir Waduk Pusong menggunakan anggaran sebesar Rp3 miliar yang bersumber dari dana TKD,” kata Junaedi, Sabtu (1/8/2026).
Junaedi menambahkan, selain Waduk Pusong, pihaknya juga akan melakukan pemeliharaan drainase di Jalan Merdeka Timur dan pembangunan turap di Jalan Lingkar.
“Drainase Jalan Merdeka Timur dan turap Jalan Lingkar sudah masuk tahap lelang,” tambahnya.
Selain infrastruktur, TKD juga digunakan untuk pendidikan sebesar Rp7,39 miliar, kesehatan Rp9,53 miliar, dan pemukiman Rp1,04 miliar.
Wali Kota Lhokseumawe, Ismail A. Jalil menegaskan, dana TKD harus digunakan sesuai arahan pusat untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
“Dana TKD ini untuk pemulihan pascabencana. Kita manfaatkan untuk infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap program ini berjalan tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi warga.
Berdasarkan data penggunaan tambahan TKD Tahun Anggaran 2026, Kota Lhokseumawe memperoleh alokasi sebesar Rp124,16 miliar. Porsi terbesar yakni Rp92,84 miliar atau 74,77% diarahkan untuk sektor infrastruktur.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Junaedi mengatakan, pengerukan tahap kedua Waduk Pusong sudah dimulai Rabu (29/7/2026).
“Ini kita sudah mulai pengerukan di waduk. Pengerjaan tahap kedua reservoir Waduk Pusong menggunakan anggaran sebesar Rp3 miliar yang bersumber dari dana TKD,” kata Junaedi, Sabtu (1/8/2026).
Junaedi menambahkan, selain Waduk Pusong, pihaknya juga akan melakukan pemeliharaan drainase di Jalan Merdeka Timur dan pembangunan turap di Jalan Lingkar.
“Drainase Jalan Merdeka Timur dan turap Jalan Lingkar sudah masuk tahap lelang,” tambahnya.
Selain infrastruktur, TKD juga digunakan untuk pendidikan sebesar Rp7,39 miliar, kesehatan Rp9,53 miliar, dan pemukiman Rp1,04 miliar.
Wali Kota Lhokseumawe, Ismail A. Jalil menegaskan, dana TKD harus digunakan sesuai arahan pusat untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
“Dana TKD ini untuk pemulihan pascabencana. Kita manfaatkan untuk infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap program ini berjalan tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi warga
Oleh: Redaksi Ard news








