<meta name="google-site-verification" content="FIDADXEH4skYn_MzFFvbj2sjW2YM5fulp9T0i-yfa50" />
Kampar,ard-news.com Setelah berlangsung selama tujuh hari, operasi pencarian terhadap pria yang terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, resmi dihentikan, Senin (10/8/2026).
Keputusan tersebut diambil Basarnas bersama Tim SAR gabungan setelah operasi mencapai batas waktu sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pencarian dan pertolongan.
Sejak hari pertama kejadian pada Selasa (4/8/2026), personel gabungan telah dikerahkan untuk melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Kampar. Penyisiran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi arus, medan, serta hasil evaluasi tim di lapangan.
Namun hingga memasuki hari ketujuh, korban belum berhasil ditemukan.
Sebelum operasi dihentikan, Tim SAR gabungan berkumpul bersama pihak keluarga korban. Dalam pertemuan tersebut, petugas menjelaskan secara langsung dasar penghentian operasi berdasarkan SOP yang berlaku serta menyampaikan seluruh upaya yang telah dilakukan selama tujuh hari pencarian.
Pihak Basarnas juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga atas belum ditemukannya korban dalam rangkaian operasi tersebut.
Di tengah situasi yang berat, keluarga memilih menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Keluarga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Basarnas serta seluruh unsur Tim SAR yang telah berupaya melakukan pencarian selama tujuh hari.
“Kami berterima kasih kepada seluruh tim yang sudah membantu mencari selama ini. Kami memahami dan memaklumi keputusan pemerintah karena memang sesuai SOP,” ungkap pihak keluarga.
Penghentian operasi bukan berarti seluruh harapan keluarga berakhir. Apabila nantinya terdapat informasi, laporan masyarakat, maupun petunjuk baru mengenai keberadaan korban, penanganan lebih lanjut dapat dilakukan sesuai ketentuan dan kewenangan yang berlaku.
Bagi keluarga, tujuh hari pencarian bukan sekadar hitungan waktu. Di setiap penyisiran sungai, terdapat harapan agar putra mereka dapat ditemukan dan segera mendapatkan kepastian.
Kini, operasi SAR resmi dihentikan. Namun peristiwa tersebut masih menyisakan pertanyaan dan duka mendalam bagi keluarga yang hingga hari ketujuh belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan korban.
Ard-news.com akan terus memantau perkembangan informasi dan menyampaikan setiap keterangan resmi terkait peristiwa ini kepada masyarakat.
(Amir)







