Wakil Bupati Subang Hadiri Konfrensi Pers Mapolres Subang Ungkap Kasus Narkoba & Begal

Wakil Bupati Subang Hadiri Konfrensi Pers Mapolres Subang Ungkap Kasus Narkoba & Begal

<meta name="google-site-verification" content="FIDADXEH4skYn_MzFFvbj2sjW2YM5fulp9T0i-yfa50" />


 

Subang, ard-news. com- Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., mendampingi Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi., S.H., M.M., bersama Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto, S.I.K., S.H., dalam kegiatan Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Kejahatan Jalanan dan Peredaran Narkotika di Mapolres Subang, Senin (10/08/2026).

Konferensi pers tersebut digelar oleh Polres Subang untuk memaparkan hasil pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di wilayah Kecamatan Purwadadi pada Minggu malam (02/08/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto, S.I.K., S.H., menyampaikan bahwa jajaran Satreskrim Polres Subang bersama Polsek Purwadadi telah berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada Minggu (02/08/2026) dini hari lalu

Pihak kepolisian telah menetapkan dua orang pelaku berinisial FS dan LHZ sebagai tersangka, serta resmi melakukan penahanan, untuk proses hukum lebih lanjut.

Adapun modus dan motif para pelaku didasari oleh niat untuk menguasai kendaraan bermotor korban, yang timbul saat para pelaku melintas di kawasan perkebunan tebu Purwadadi.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Selain itu, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa sepeda motor dan kayu yang digunakan untuk memukul korban. Dari dua orang korban, satu orang meninggal dunia dan satu korban lagi luka pada bagian tangan.

“Alhamdulillah, berhasil kita ungkap dan ini berkat kerjasama aparat kepolisian dengan masyarakat, yang memberikan informasi sekecil apapun terhadap kami, dan tentunya dukungan Kapolda Jawa Barat dan Gubernur Jawa Barat serta Forkopimda, Polres Subang, Alhamdulillah, berhasil mengungkap tindak pidana ini” jelasnya

Kapolres Subang mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir beraktivitas di Kabupaten Subang

Ia menegaskan bahwa jajaran kepolisian bersama segenap unsur terkait siap memberantas pelaku begal, serta tidak memberikan ruang bagi pelaku tindak pidana di wilayah Kabupaten Subang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya berfokus mendampingi Polda Jawa Barat dalam menyelesaikan berbagai problem kejahatan di wilayah Jawa Barat.

Menurutnya, problematika pembegalan dan peredaran obat-obatan terlarang bukan sekadar perkara pidana, melainkan juga masalah psikologi dan sosiologi yang harus ditangani pemerintah secara serius. Terlebih, obat-obatan yang dikonsumsi anak-anak kerap menjadi pemicu aksi tawuran dan kekerasan.

KDM menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat serta aparat kepolisian dan satuan TNI di tingkat desa dan kelurahan. Guna menekan angka kejahatan secara menyeluruh, beliau menginstruksikan langkah pencegahan langsung di lapangan

“Semoga ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran kepala desa, Kelurahan, Babinsa, Babinkamtibmas untuk aktif berpatroli dalam setiap waktu. Lihat secara aktif warung-warung sekitar di wilayah Subang, dicek setiap para penjual apakah menjual minuman keras atau tidak, menjual obat-obatan atau tidak” tegasnya

KDM juga mengimbau kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk pendataan kependudukan agar menghindari hal yang akan merugikan masyarakat.

Menurutnya, hal paling utama yang menjadi tugas jajaran pemerintah, TNI, dan Polri adalah memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat.

Saat ini, tingkat kenyamanan masyarakat di Subang sudah mulai meningkat seiring menurunnya aksi tawuran antar-pelajar yang bahkan hampir tidak pernah terjadi lagi, berkat adanya program barak militer.

Usai kegiatan, Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., yang akrab disapa Kang Akur, menyampaikan kepada awak media bahwa para pelaku pembegalan umumnya masih berusia muda akibat terpengaruh konsumsi obat-obatan terlarang.(rht