Ard-news.com – Rokan Hulu — Setelah sempat viral dan memicu keresahan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu akhirnya turun langsung memeriksa kondisi Sungai Giti dan area limbah PT FAA di Desa Giti, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu.
Informasi awal terkait perubahan kondisi Sungai Giti mulai ramai diperbincangkan warga pada Jumat (8/5/2026) setelah unggahan seorang warga bernama Muhammad Siddik dibagikan di grup Facebook “Info Desa Giti & Sekitarnya”. Dalam postingan tersebut, warga mengeluhkan kondisi air sungai yang terlihat keruh kecoklatan dan menyebut adanya dugaan ikan mati di aliran sungai tersebut.
Video dan dokumentasi kondisi Sungai Giti yang beredar luas di media sosial kemudian memicu perhatian masyarakat dan pemerintah setempat. Sungai Giti diketahui masih dimanfaatkan sebagian warga untuk aktivitas sehari-hari dan mencari ikan.
Menanggapi informasi yang berkembang, Camat Kabun, Anang Perdana Putra, S.STP., M.Si, sebelumnya telah menginstruksikan Kepala Desa Giti, Wagiran, untuk melakukan pengecekan awal ke lokasi sungai setelah muncul keluhan warga terkait perubahan kondisi air tersebut.
Menindaklanjuti keresahan masyarakat, tim DLH Rohul turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Sungai Giti serta area limbah perusahaan PT FAA. Pemeriksaan dilakukan dengan meninjau area limbah perusahaan dan kondisi aliran sungai di sekitar lokasi operasional perusahaan.
Kepala Bidang DLH Kabupaten Rokan Hulu, Fahrizal, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengecekan lapangan, kondisi air Sungai Giti saat ini dilaporkan dalam keadaan normal dan tidak ditemukan adanya kebocoran limbah perusahaan.
“Tim DLH sudah turun langsung ke lapangan dan memeriksa limbah perusahaan PT FAA serta Sungai Giti. Kondisi air sudah normal dan tidak ditemukan adanya kebocoran limbah,” ujar Fahrizal saat dikonfirmasi ARD News, Selasa (12/5/2026).
Fahrizal menjelaskan bahwa hasil tersebut merupakan kondisi yang ditemukan tim DLH saat pemeriksaan lapangan berlangsung. Meski demikian, pihak DLH tetap melakukan pemantauan sebagai tindak lanjut atas keresahan masyarakat yang sebelumnya berkembang di media sosial.
Sebelumnya, pihak kecamatan juga telah meminta perusahaan melakukan pemeriksaan internal terhadap lokasi yang dimaksud setelah adanya laporan awal dari masyarakat.
ARD News sebelumnya juga telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada pihak PT FAA terkait informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak PT FAA belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan konfirmasi yang telah disampaikan.
Dengan adanya pengecekan langsung dari DLH, masyarakat diimbau tetap menunggu keterangan resmi dari instansi berwenang terkait kondisi lingkungan di lokasi tersebut.
Perkembangan kondisi Sungai Giti kini menjadi perhatian masyarakat setempat. Warga berharap pengawasan lingkungan terus dilakukan guna memastikan kondisi sungai tetap aman dan tidak berdampak terhadap aktivitas masyarakat sekitar.
(Amir)





