Dialog di Pesisir Wure: Ketum PDKN Rahman Sabon Nama Soroti Kampung Nelayan Suku Bajo yang Terlewat Program Rumah Tak Layak Huni.

FLORES TIMUR, ARD-NEWS.COM– Suasana haru menyelimuti pertemuan Ketua Umum Partai Daulat Kerajaan Nusantara (PDKN) Dr. Rahman Sabon Nama (RSN) dengan masyarakat Nelayan Suku Bajo di Desa Wure, Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (10/10).
Di tengah kampung nelayan yang kondisinya memprihatinkan dan tidak layak huni, Rahman Sabon berdialog langsung mendengarkan keluh kesah warga.
Fakta di lapangan cukup miris. Di saat Program Sejuta Rumah yang digulirkan sejak era Presiden Joko Widodo hingga saat ini terus bergulir di NTT, masih ada warga nelayan Suku Bajo yang terlewatkan. Mereka tetap bertahan hidup di rumah-rumah yang sangat tidak layak, beratap bocor dan berdinding rapuh di bibir pantai.
“Beginilah jika jauh dari pengawasan publik. Program baik dari pemerintah pusat tidak sampai kepada mereka yang seharusnya paling berhak menerima, yaitu masyarakat dengan ekonomi lemah,” ujar Dr. Rahman Sabon Nama di lokasi.
Menurutnya, masyarakat Suku Bajo di Desa Wure adalah potret nyata ketimpangan akses informasi dan pendataan. Mereka adalah warga negara yang memiliki hak yang sama untuk hidup layak.
Rahman Sabon tidak dalam posisi menyalahkan, namun ia memberikan catatan konstruktif. Ia berharap ada upaya serius dan kehadiran nyata dari pemerintah daerah. pungkasnya kepada media Ard -news. Com , sabtu, 10/2026.
“Kita butuh pendataan yang baik, valid dan berkeadilan. Pemerintah daerah diharapkan lebih proaktif mendata, turun langsung ke kampung-kampung pesisir seperti ini, dan menyampaikan data tersebut ke pemerintah pusat agar dapat diprioritaskan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keadilan sosial harus dirasakan sampai ke ujung pesisir. Program perumahan untuk nelayan bukan sekadar bantuan fisik, tetapi bentuk pengakuan negara terhadap jasa para penjaga laut.
Masyarakat Nelayan Suku Bajo di Desa Wure pun berharap dialog ini menjadi jembatan. Mereka tidak meminta lebih, hanya meminta hak untuk tinggal di rumah yang layak dan aman untuk keluarga mereka.(rudi).