Pemakaman Jenazah Widi Nurcahyono, Keluarga Desak Oknum Polisi Di Usut

Pemakaman Jenazah Widi Nurcahyono, Keluarga Desak  Oknum Polisi Di Usut

Pasuruan, ard-news.com- Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Widi Nurcahyono di Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Selasa (4/8/2026) siang. Jenazah korban tiba di rumah duka menggunakan mobil ambulans dan langsung disambut tangis histeris keluarga serta kerabat.

Isak tangis pecah ketika keluarga diberi kesempatan melihat wajah terakhir korban. Menurut pihak keluarga, pada tubuh korban terlihat sejumlah luka, di antaranya pendarahan pada bagian telinga serta memar di dada. Keluarga menduga luka tersebut berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang dialami korban saat diamankan oleh dua anggota Polsek Beji.

Salah seorang teman korban, Zubaidi, mengatakan Widi dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak pernah berurusan dengan hukum. Karena itu, keluarga dan warga berharap kasus tersebut diusut secara tuntas dan transparan. Mereka juga menduga telah terjadi salah tangkap serta menilai tindakan oknum anggota polisi tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Menanggapi kasus tersebut, Kasi Humas Polres Pasuruan, IPTU Joko Suseno, menyatakan bahwa Polres Pasuruan telah membentuk tim khusus untuk mengusut perkara ini secara transparan. Selain itu, dua anggota Polsek Beji yang diduga terlibat saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Pasuruan.

Usai dishalatkan, jenazah Widi Nurcahyono dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji. Puluhan warga mengantarkan korban ke peristirahatan terakhir sebagai bentuk penghormatan kepada pemuda yang masih berstatus lajang tersebut.

Sebelumnya, Widi Nurcahyono diamankan oleh dua anggota Polsek Beji pada Senin (3/8/2026) sore saat bekerja di sebuah loket layanan pembayaran PLN dan PDAM yang berada tidak jauh dari rumahnya. Korban diduga bermain judi online berdasarkan informasi yang diterima petugas.

Namun, menurut keterangan keluarga dan rekan korban, saat itu Widi hanya sedang menunggu pelanggan di depan komputer tempatnya bekerja. Mereka menduga korban mengalami penganiayaan saat proses pengamanan hingga akhirnya meninggal dunia. Dugaan tersebut kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.(Red).