Pekanbaru, ard-news. Com – Gaung Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 semakin menguat. Kegiatan budaya berskala besar yang akan digelar pada 9–10 Agustus 2026 di Kota Pekanbaru itu menjadi pembahasan utama dalam Podcast NGOPI Humas Polda Riau, dengan menghadirkan narasumber dari Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu (RMRB) dan Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara (LMB Nusantara).
Podcast tersebut mengulas secara komprehensif kesiapan penyelenggaraan kegiatan yang diproyeksikan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Provinsi Riau tahun 2026. Selain memperkuat nilai persatuan dan silaturahmi, Kenduri Akbar Melayu Nusantara juga membawa misi besar mengangkat kembali jati diri serta marwah budaya Melayu di tengah perkembangan zaman.
Salah satu agenda monumental yang menjadi perhatian publik adalah target pemecahan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan bertanjak massal dengan sasaran 10.080 peserta. Apabila target tersebut tercapai dan memenuhi ketentuan verifikasi MURI, maka kegiatan ini akan menjadi catatan sejarah baru dalam pelestarian budaya Melayu di Indonesia.
Ketua Panitia Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026, Tega Maulana, menjelaskan bahwa seluruh persiapan terus dimatangkan bersama berbagai unsur pendukung. Menurutnya, Kenduri Akbar bukan hanya sebuah seremoni budaya, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan masyarakat sekaligus menanamkan kembali kebanggaan terhadap warisan budaya Melayu.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Naizul Fauziah menyampaikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai jadwal. Sinergi seluruh elemen menjadi kunci utama suksesnya pelaksanaan agenda budaya tersebut.
Dari unsur Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara (LMB Nusantara), Pembina Indra Gunawan menegaskan bahwa budaya Melayu merupakan identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Menurutnya, Kenduri Akbar menjadi ruang kebersamaan yang mampu menyatukan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Hal senada disampaikan perwakilan Laskar RMRB, Putra Rezeki, yang menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026. Ia menilai kolaborasi organisasi masyarakat, komunitas budaya, pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan perhelatan tersebut.
Lebih dari sekadar mengejar rekor nasional, target 10.080 peserta bertanjak diharapkan menjadi simbol kebangkitan budaya Melayu sekaligus menghidupkan kembali penggunaan tanjak sebagai identitas kebanggaan masyarakat Melayu Nusantara.
Selain agenda budaya, Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 juga akan diisi dengan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, doa bersama, hiburan rakyat, serta aktivitas yang memperkuat nilai gotong royong, persaudaraan, dan kebersamaan.
Dalam Podcast NGOPI Humas Polda Riau juga dibahas pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung. Dukungan seluruh masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar pelaksanaan Kenduri Akbar berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi daerah.
Panitia juga mendorong penerapan konsep Green Policing dengan mengajak seluruh peserta menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.
Dengan semangat persatuan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pesta budaya terbesar di Riau, tetapi juga menjadi tonggak kebangkitan budaya Melayu yang mampu menginspirasi masyarakat Indonesia.
Jika target 10.080 peserta bertanjak berhasil diwujudkan, maka Kelnduri Akbar Melayu Nusantara 2026 akan menjadi simbol nyata bahwa budaya Melayu tetap hidup, berkembang, dan menjadi perekat persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Amir)








