JAKARTA BARAT.ARD-NEWS.COM – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat resmi memulai gerakan kerja bakti massal “Grebek Lumpur”. Kegiatan serentak di 8 kecamatan ini untuk memperkuat mitigasi banjir menjelang musim penghujan.
Kick-off dipusatkan di Kecamatan Cengkareng dan dipimpin langsung Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Minggu (19/7).
Kegiatan diikuti Forkopimko Jakarta Barat, TNI, Polri, Dinas SDA, Bina Marga, DLH, PPSU, kader PKK, hingga masyarakat yang bergotong royong membersihkan saluran air.
Wali Kota Iin Mutmainnah menyebut “Grebek Lumpur” sebagai langkah preventif merespons curah hujan tinggi awal 2026 yang menyebabkan genangan di beberapa titik.
“Hari ini kita memulai aksi nyata melalui Gerakan Grebek Lumpur sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Kita tidak ingin hanya bergerak saat banjir terjadi,” ujar Iin.
Di Kelurahan Kapuk, penanganan difokuskan di 4 zona prioritas. Hasilnya, sekitar 1.000 karung lumpur dan sampah berhasil diangkut dan tinggi genangan turun hingga 60 cm.
Pemkot juga mengintegrasikan program ini dengan pemilahan sampah sesuai Ingub No.5 Tahun 2026. Selain itu ada percepatan proyek Waduk Pojok dan peningkatan konektivitas saluran ke kali utama.
“Semoga Gerakan Grebek Lumpur menjadi budaya bersama dalam menjaga lingkungan sehingga risiko banjir di Jakarta Barat dapat terus ditekan,” tutup Iin.







