Bekasi Kota, Ard-news. Com– Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus berupaya mengatasi berbagai persoalan lingkungan masyarakat, termasuk masalah banjir yang kerap terjadi saat musim hujan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pembangunan saluran air dan penataan drainase di sejumlah lokasi rawan banjir.
Namun, pembangunan saluran air di sisi Jalan Bawang, RW 09, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, justru menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian warga.
Masyarakat RW 15 dan RW 17 Kelurahan Cimuning mengaku resah dengan keberadaan sodetan atau crossing saluran air yang menyeberangi Jalan Bawang menuju lingkungan mereka. Kekhawatiran muncul karena posisi wilayah RW 15 dan RW 17 berada lebih rendah dibandingkan RW 09.
Warga khawatir, aliran air dari saluran baru tersebut justru akan menyebabkan limpasan dan meningkatkan risiko banjir di lingkungan permukiman mereka.
Merespons keluhan tersebut, Lurah Cimuning, Aos Karsanuddin, langsung memimpin mediasi antara pengurus RW 09 dengan RW 15 dan RW 17. Pertemuan yang digelar pada Sabtu (29/8) itu turut dihadiri pihak DBMSDA Kota Bekasi.
Dari hasil mediasi, disepakati bahwa sodetan atau crossing yang telah terbentuk akan ditutup kembali. Langkah tersebut diharapkan dapat meredam kekhawatiran warga RW 15 dan RW 17 terhadap potensi limpahan air.
Selain penutupan crossing, masyarakat juga berharap pembangunan saluran air tersebut dapat dilanjutkan hingga terhubung dengan Kali Asem. Dengan demikian, aliran air dapat tertata dengan baik dan tidak menimbulkan luapan yang menggenangi Jalan Bawang maupun permukiman warga.
Lurah Cimuning Aos Karsanuddin menyambut baik hasil mediasi tersebut. Ia berharap kesepakatan yang telah dicapai dapat menjadi solusi terbaik bagi seluruh masyarakat.
“Alhamdulillah ada kesepakatan. Semoga apa yang sudah disepakati dalam pertemuan ini menjadi solusi terbaik bagi kita semua,” ujar Aos.
Ia juga memastikan pembangunan infrastruktur yang digiatkan Pemkot Bekasi diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk dalam upaya menanggulangi persoalan banjir.
“Karenanya kami selaku aparatur pemerintahan berharap agar masyarakat bisa menjaga dan merawat setiap hasil pembangunan sehingga bisa bermanfaat untuk jangka waktu yang lama,” ungkapnya. (Mul)






