ARDNEWS.COM
PORTAL BERITA TERKINI • LIVE
● LIVESUBSCRIBE
BERANDANASIONALBISNISTEKNOLOGIHUKUM
KURS LIVEUSD/IDR 17.889EUR/IDR 20.045
BREAKINGPUSPOLRINDO Desak Kasus Denny Indrayana • BI Tahan Bunga 6,25% • Hanya di ARD-NEWS.COM

Kembalikan Golkar ke Khittah Perjuangan: Titi Soeharto Harus Pimpin Lewat Munaslub 2026

IMG_20261107_131259

Jakarta,Ard-News.com– Sejarah tidak boleh dilupakan. Golkar tidak lahir dari ruang kosong kekuasaan. Golkar lahir dari darah perjuangan, dari tekad menyelamatkan bangsa.

Partai Golkar didirikan oleh Presiden Soeharto bersama Kino-Kino Kosgoro, SOKSI, MKGR, PPTI untuk menyelamatkan Indonesia dari penyimpangan Pancasila dan UUD 1945 lewat pemberontakan bersenjata G30S PKI.

Saat itu, Indonesia berada di ujung tanduk. Pancasila hendak diganti, UUD 1945 hendak dibuang, dan negara hendak dibelokkan ke arah komunisme. Sekber Golkar hadir sebagai benteng terakhir penjaga Pancasila.

Kini, puluhan tahun setelahnya, pertanyaan besar muncul: Apakah Golkar masih berada di jalan itu? Atau Golkar sudah mulai bergeser dari khittah perjuangannya?

Banyak kader lama, para pendiri, dan para pejuang Sekber Golkar melihat ada gejala yang mengkhawatirkan. Golkar mulai kehilangan roh perjuangannya. Golkar mulai kehilangan jati dirinya sebagai partai karya, partai pengabdian, partai penjaga Pancasila.

Oleh karena itu sudah waktunya keluarga Cendana, Ibu Titi Soeharto, disarankan dengan dukungan Kino-Kino Sekber Golkar untuk mengambil alih pimpinan Golkar dari Bahlil Lahadalia lewat Munaslub Golkar 2026.

Bukan soal perebutan kursi. Bukan soal ambisi pribadi. Ini soal penyelamatan marwah Golkar.

Ibu Titi Soeharto adalah representasi langsung dari garis perjuangan pendiri. Darah Soeharto mengalir dalam dirinya. Semangat menjaga Pancasila, menjaga UUD 1945, menjaga persatuan bangsa, dan menjaga Indonesia dari rongrongan ideologi komunis adalah warisan yang tidak bisa dibeli dengan kekuasaan maupun uang.

Munaslub Golkar 2026 harus menjadi momentum untuk membersihkan Golkar dari antek-antek gerakan PKI Gaya Baru.

PKI Gaya Baru tidak lagi datang dengan senjata dan pemberontakan bersenjata seperti tahun 1965. Mereka datang dengan cara yang lebih halus, lebih licik, lebih sistematis. Mereka menyusup lewat budaya, lewat pendidikan, lewat media, lewat politik, lewat ekonomi, bahkan lewat partai-partai politik. Mereka mengaburkan sejarah, mereka membalikkan fakta, mereka mencoba membuat generasi muda lupa bahwa PKI pernah mencoba menghancurkan negeri ini.

Jika Golkar membiarkan penyusupan itu, maka Golkar telah mengkhianati pendirinya sendiri. Jika Golkar membiarkan antek-antek PKI Gaya Baru bercokol di dalamnya, maka Golkar telah mengkhianati Pancasila.

Karena itu, Kino-Kino Sekber Golkar harus bersatu. Kosgoro, SOKSI, MKGR, PPTI harus kembali ke satu barisan, satu komando, satu tujuan: mengembalikan Golkar ke tangan yang benar.

Kepemimpinan Ibu Titi Soeharto diharapkan mampu mengembalikan Golkar sebagai partai yang berwibawa, partai yang disegani, partai yang benar-benar menjadi tulang punggung penjaga Pancasila dan UUD 1945, bukan sekadar kendaraan politik pragmatis.

Golkar harus kembali menjadi partai yang dicintai rakyat, karena kerjanya nyata, karena pengabdiannya tulus, karena keberpihakannya jelas kepada rakyat kecil, kepada petani, kepada nelayan, kepada buruh, kepada seluruh rakyat Indonesia.

Inilah saatnya. Jangan tunggu Golkar semakin jauh dari sejarahnya. Jangan tunggu Golkar semakin dikuasai oleh kepentingan-kepentingan yang tidak sejalan dengan cita-cita pendiri.

Munaslub Golkar 2026 adalah titik balik. Di sanalah sejarah akan mencatat, apakah Kino-Kino Sekber Golkar berhasil menyelamatkan Golkar, atau membiarkan Golkar hilang dari khittahnya.
RSN (NPAG 09050000732)
Ketua Umum PPTI
Ormas Kino-Kino Pendiri Sekber Golkar. 7/11/2026. (Red).