Kelompok Tani Saran Madju Djaya Kembangkan Breeding Domba, Bidik Kabun Jadi Sentra Ternak Rokan Hulu
ROKAN HULU — Ard-news.com– Kelompok Tani Saran Madju Djaya yang berlokasi di RT 04 Desa Kabun, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, terus mengembangkan sektor pertanian dan peternakan berbasis swadaya anggota. Memasuki usia hampir dua tahun, kelompok beranggotakan 16 orang ini mulai menunjukkan perkembangan melalui sejumlah unit usaha produktif.
Salah satu usaha yang menjadi perhatian adalah peternakan breeding atau pembibitan domba, yang saat ini telah mencapai populasi 50 ekor indukan.
Tidak hanya fokus pada peternakan domba, kelompok ini juga mengembangkan pertanian palawija berupa cabai, kacang panjang dan terung, peternakan kambing perah Safera, serta peternakan sapi yang saat ini memiliki tiga ekor indukan.
Dari sisi kelembagaan, Kelompok Tani Saran Madju Djaya juga telah melengkapi dan melegalkan administrasi kelompok melalui kementerian terkait. Seluruh kegiatan usaha yang berjalan hingga saat ini dikembangkan menggunakan modal swadaya anggota.
Ketua Kelompok Tani Saran Madju Djaya, Amir Hamzah, menjelaskan bahwa kelompok tersebut terbentuk dari kesamaan profesi dan pemikiran sejumlah anggota yang memiliki keinginan untuk membangun usaha produktif di bidang pertanian dan peternakan.
“Kelompok ini kami bentuk atas dasar kebersamaan dan kesamaan profesi. Kami ingin membangun usaha yang benar-benar berjalan dan memberikan manfaat. Seluruh modal usaha sampai saat ini murni berasal dari swadaya anggota,” ungkap Amir kepada awak media. (Jumat, 6/11/2026).
Dorong Pemerintah Verifikasi Kelompok Tani
Di tengah upaya mengembangkan usaha secara mandiri, Amir berharap pemerintah dan instansi terkait memberikan perhatian lebih serius kepada kelompok tani yang benar-benar aktif menjalankan kegiatan di lapangan.
Ia mendorong agar dilakukan pendataan serta verifikasi ulang terhadap kelompok tani di Kecamatan Kabun, termasuk kelompok yang tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).
Menurutnya, verifikasi lapangan diperlukan untuk memastikan data kelembagaan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kelompok yang sudah tidak aktif perlu dievaluasi sesuai ketentuan, sehingga program pembinaan dan bantuan pemerintah dapat lebih tepat sasaran.
“Kami berharap petugas terkait turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelompok yang terdaftar di Simluhtan benar-benar ada dan masih aktif. Jika sudah tidak aktif, hendaknya dilakukan evaluasi dan pembaruan data sesuai aturan. Jangan sampai kelompok yang hanya tercatat secara administrasi memengaruhi kesempatan kelompok yang benar-benar aktif dan membutuhkan dukungan,” tegasnya.
Sudah Ajukan Proposal Hand Tractor kepada Anggota DPRD
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian, Kelompok Tani Saran Madju Djaya juga telah menyampaikan proposal bantuan alat pertanian berupa hand tractor.
Proposal tersebut disampaikan kepada anggota DPRD dari Partai Golkar, Evi Juliana, saat melaksanakan kegiatan reses di RT 04 Desa Kabun. Pengajuan serupa juga disampaikan kepada anggota DPRD Guntur Simarmata dari Partai PSI ketika menggelar reses di lokasi yang sama.
Amir berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui program bantuan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok.
Targetkan Kabun Menjadi Sentra Peternakan Rohul
Lebih jauh, kelompok ini memiliki visi jangka panjang untuk ikut mendorong Kecamatan Kabun menjadi salah satu sentra peternakan di Kabupaten Rokan Hulu.
Menurut Amir, potensi pertanian dan peternakan di Kecamatan Kabun perlu dikembangkan secara serius melalui kolaborasi antara masyarakat, kelompok tani, pemerintah dan instansi terkait.
“Kami ingin Kecamatan Kabun memiliki sektor peternakan yang kuat dan berkembang. Target kami, ke depan Kabun bisa menjadi salah satu sentra ternak di Rokan Hulu. Karena itu, kami berharap pemerintah tidak hanya melihat kelompok dari sisi administrasi, tetapi juga melihat langsung aktivitas dan usaha yang benar-benar dijalankan,” tutupnya.
Penguatan kelompok tani tidak cukup hanya melalui pendataan administratif. Pembinaan berkelanjutan, verifikasi lapangan, dukungan sarana produksi serta ketepatan penyaluran bantuan menjadi bagian penting dalam mendorong pertanian dan peternakan rakyat.
Kelompok yang aktif dan memiliki kegiatan usaha nyata perlu mendapatkan ruang serta kesempatan yang proporsional untuk berkembang. Dengan demikian, potensi ekonomi masyarakat dapat tumbuh dan memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan serta perekonomian daerah.(Romi)