Cegah Balap Liar, Polres Rohul Gelar Balap Lari Green Policing, Gen Z Diajak Adu Cepat di Trek Resmi

Rokan Hulu – ard-news.com – Upaya menekan aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat terus dilakukan Polres Rokan Hulu. Salah satunya melalui pendekatan kreatif dan humanis dengan menggelar Balap Lari bertajuk Green Policing di Astaka Kota Pasir Pangaraian, Sabtu (28/02/2026) malam.

Kegiatan yang dipusatkan di depan Kantor KONI Rokan Hulu itu tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga strategi preventif kepolisian dalam mengalihkan energi generasi muda ke aktivitas yang lebih positif dan terukur.

Kapolres Rohul Emil Eka Putra hadir langsung memimpin kegiatan, didampingi jajaran pejabat utama Polres serta perwakilan Pemkab Rohul, Dispora, Dishub, dan KONI. Sekitar 100 personel turut melakukan pengamanan dan pengawasan jalannya kegiatan.

Alternatif Positif Cegah Balapan Liar
Balap liar selama ini kerap menjadi persoalan klasik di sejumlah titik di Kota Pasir Pangaraian, terutama pada malam akhir pekan. Selain membahayakan pelaku, aksi tersebut juga berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan mengganggu ketertiban umum.

Melalui lomba lari 100 meter yang digelar resmi dengan sistem dan aturan jelas, kepolisian ingin memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi para remaja.

Kegiatan diawali dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, serta pembacaan komitmen oleh perwakilan pemuda dan Gen Z yang menyatakan dukungan terhadap gerakan adu cepat balap lari sebagai alternatif balapan liar di jalan raya.

Kapolres Rohul secara langsung melepas peserta di garis start. Sorak sorai penonton menambah semarak suasana, sementara peserta menunjukkan semangat sportivitas tinggi.

“Kami ingin memberi wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan adrenalin dan semangat kompetitif mereka secara positif. Dengan pendekatan seperti ini, kita berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas bisa ditekan,” ujar Kapolres.

Implementasi Program Green Policing

Pemberian bibit pohon kepada para pemenang menjadi simbol kuat kegiatan tersebut. Selain hadiah utama, peserta terbaik juga menerima tanjak sebagai bentuk pelestarian budaya Melayu.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program Green Policing yang digagas Polda Riau, yakni pendekatan kepolisian yang mengintegrasikan aspek keamanan, edukasi, pelestarian lingkungan, serta partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan sosial.

Dengan konsep tersebut, kegiatan tidak hanya berdampak pada ketertiban lalu lintas, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan dan identitas budaya lokal.

Dukungan Lintas Sektor

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Rohul yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Rohul. Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi perlu ruang aktualisasi yang nyata.

Salah seorang peserta mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena dapat berkompetisi secara resmi tanpa harus berisiko berhadapan dengan hukum maupun membahayakan diri sendiri.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat sekitar yang menyaksikan langsung jalannya perlombaan.

Melalui semangat olahraga, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan, Balap Lari Green Policing menjadi langkah preventif yang menunjukkan bahwa penanganan kenakalan remaja tidak selalu identik dengan penindakan, melainkan juga pembinaan yang inspiratif dan solutif.

Jika konsisten dilakukan, pendekatan ini berpotensi menjadi model pembinaan generasi muda berbasis komunitas di Kabupaten Rokan Hulu. (red)