ARD – NEWS.COM.Jakarta — Gelombang korupsi di berbagai lembaga negara memicu kemarahan publik. Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, mendesak langkah luar biasa tanpa kompromi untuk menyelamatkan uang rakyat.
“Koruptor adalah perampok uang rakyat. Mereka hidup mewah di atas penderitaan masyarakat. Negara tidak boleh lembek,” tegas Rahmad kepada media, Kamis (4/6/2026).
Rahmad menilai hukuman koruptor selama ini tak beri efek jera. Banyak narapidana korupsi tetap dapat fasilitas mewah di lapas. “Kasus korupsi terus berulang karena hukumannya lemah. Negara harus berani tegas,” ujarnya.
Ia mengusulkan penjara khusus di pulau terpencil bagi koruptor. “Agar mereka tak bisa lagi main fasilitas. Sudah banyak napi korupsi beli pelayanan super mewah. Ini jadi mata pencaharian oknum di penjara,” tegasnya.
Rahmad juga mendesak pemerintah dan DPR kaji hukuman mati bagi koruptor kelas kakap yang merugikan negara dalam jumlah besar dan terorganisir. “Jangan biarkan uang rakyat dijarah tanpa efek jera nyata.”
Selain itu, seluruh aset hasil korupsi harus disita dan dikembalikan ke negara. “Tak boleh ada keuntungan dinikmati pelaku dari kejahatan korupsi,” katanya.
Ia meminta Presiden Prabowo memperkuat pemberantasan korupsi lewat regulasi keras, pengawasan ketat, dan reformasi sistem pemasyarakatan. “Kalau mau Indonesia bersih, hukum harus tegas, pengawasan kuat, integritas tak bisa ditawar. Jangan biarkan uang rakyat terus dirampok pengkhianat jabatan,” pungkas Rahmad. (Red)





