Putrajaya, Dari Gagasan Mahathir Hingga Andil Tenaga Kerja Indonesia

Putrajaya, Dari Gagasan Mahathir Hingga Andil Tenaga Kerja Indonesia

Gedung Perdana Putra, kantor Perdana Menteri Malaysia. Dokumentasi Pribadi ard-news.com, Juni 2026

Oleh : AR. Daeng – Redaksi ard-news.com

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis saat berkunjung ke Malaysia pada Juni 2026.

Malaysia, ard-news.com- Putrajaya. Namanya sering kita dengar saat membahas pusat pemerintahan Malaysia. Kota yang rapi, modern, dengan danau buatan dan gedung megah.

Tapi tahukah Anda, di balik kemegahan itu ada cerita panjang? Ada gagasan seorang pemimpin, ada danau buatan, dan ada keringat Tenaga Kerja Indonesia yang ikut membangunnya.

Kalau ke Malaysia, pasti tidak asing dengan kota Putrajaya. Kota ini menjadi pusat pemerintahan administratif Malaysia sejak akhir 1990-an. Yang unik, kota ini dibangun dari nol di atas tanah rawa dan perkebunan.

1. Ide Tun Mahathir
Putrajaya adalah gagasan Perdana Menteri ke-4 Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad. Tujuannya memindahkan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur yang sudah terlalu padat.

Pembangunan dimulai tahun 1995 dan diresmikan 1999. Dari awal, Mahathir membayangkan Putrajaya sebagai Kota Cerdas pertama di Asia Tenggara dengan tata kelola modern.

2. Dibangun di Atas Danau Buatan
Kawasan seluas 4.932 hektar ini sengaja dibangun mengelilingi Danau Putrajaya seluas 650 hektar. Danau buatan ini punya 3 fungsi utama: kontrol banjir, mendinginkan iklim mikro kota, sekaligus mempercantik lanskap.

Landmark seperti Gedung Perdana Putra dan Masjid Putra berdiri megah di tepi danau ini. Pemandangannya menjadi ikon baru Malaysia.

 

Foto: Masjid  dengan kubah pink khas dan Danau Putrajaya. Dokumentasi ard-news.com.

3. Ada Kontribusi Tenaga Kerja Indonesia
Di balik megahnya Putrajaya, ada peran besar pekerja dari berbagai negara. Termasuk Indonesia.

Pada era 1990-an, banyak TKI yang bekerja sebagai kuli bangunan, tukang, hingga mandor di proyek Putrajaya, KLCC, dan Cyberjaya. Mereka ikut mengecor, pasang keramik, hingga merapikan taman kota.

Ini menjadi bukti hubungan erat dan saling ketergantungan antara Indonesia dan Malaysia dalam konteks geopolitik ASEAN sejak dulu. Kemajuan Malaysia juga ada andil anak bangsa.

Putrajaya 2026: Simbol Kemajuan Malaysia
Hingga 2026, Putrajaya tetap menjadi simbol kemajuan Malaysia. Kota yang rapi, modern, dan menjadi pusat keputusan politik negara. Di era “Malaysia Madani”, kota ini juga menjadi wajah baru diplomasi dan pemerintahan PM Anwar Ibrahim.**.