Puluhan Warga Datangi Polsek Beji Tuntut Oknum Polisi Dipecat

Puluhan Warga Datangi Polsek Beji Tuntut Oknum Polisi Dipecat

Pasuruan, ard-pasuruan.com– Usai proses pemakaman Widi Nurcahyono, warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, yang meninggal dunia usai diduga mengalami penganiayaan saat diamankan polisi, puluhan warga mendatangi Mapolsek Beji, Selasa (4/8/2026) siang.

Dengan mengendarai sepeda motor, warga berbondong-bondong menuju Mapolsek Beji untuk meminta klarifikasi terkait kematian Widi Nurcahyono yang masih menyisakan duka dan tanda tanya bagi keluarga maupun masyarakat.

Salah seorang warga, Aris Selalu, menuntut agar dua oknum anggota Polsek Beji yang diduga melakukan penangkapan dan penganiayaan terhadap korban dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari institusi Polri. Selain itu, warga meminta aparat mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan karena diduga terjadi salah tangkap dan tindakan yang tidak sesuai prosedur.

Menurut warga, saat peristiwa terjadi korban sedang berada di tempat kerjanya, sebuah loket layanan pembayaran PLN dan PDAM yang berada tidak jauh dari rumahnya. Korban disebut sedang menghadap komputer sambil menunggu pelanggan, namun diduga disangka sedang bermain judi online sehingga diamankan oleh dua anggota Polsek Beji. Warga menduga korban kemudian mengalami penganiayaan hingga meninggal dunia.

Dalam pertemuan tersebut, Brigadir DD, salah satu anggota polisi yang diduga terlibat dalam peristiwa itu, dihadirkan dari Polres Pasuruan dengan pengawalan personel Propam. Di hadapan warga, yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan menyatakan tidak ada unsur kesengajaan dalam pelaksanaan tugasnya.

Setelah penyampaian aspirasi dan klarifikasi, massa membubarkan diri secara tertib. Situasi di sekitar Mapolsek Beji berlangsung aman dan kondusif.(Red).