ARD-NEWS.COM, Pasuruan – Di tengah maraknya kue modern dengan kemasan kekinian dan ragam inovasi rasa, kue tradisional Lebaran tetap menjadi primadona di hati masyarakat. Aroma mentega yang keluar dari oven, renyahnya kue semprit, hingga legitnya sagon menghadirkan sensasi nostalgia yang sulit tergantikan.
Tutik Dwi Suprapti, salah satu pelaku UMKM di Desa Kedungbendo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Mengatakan bahwa usaha rumahan yang ia rintis sejak 25 tahun lalu itu terus bertahan dan berkembang, meski persaingan pasar semakin ketat.
Berbekal modal awal sekitar Rp300 ribu, Tutik memulai usahanya secara sederhana dari dapur rumah. Ketekunan dan konsistensi menjaga cita rasa menjadi kunci keberhasilannya mempertahankan pelanggan setia.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, dapur produksinya tak pernah sepi. Setiap hari, puluhan kilogram adonan diolah untuk memenuhi lonjakan pesanan. Aneka kue jadul seperti semprit, ting-ting kacang, sagon, hingga berbagai kue kering klasik lainnya diproduksi dalam jumlah besar.
Produk-produk tersebut dijual dengan harga grosir mulai Rp44 ribu per kilogram. Pemasarannya pun tak hanya terbatas di wilayah sekitar, tetapi telah menjangkau berbagai daerah di Pulau Jawa, Sulawesi, hingga Bali.
“Pada musim Lebaran, omzet usaha kue tradisional ini mampu menembus hingga Rp90 juta. Angka tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kue tradisional tetap tinggi, meskipun tren kuliner terus berkembang,”ungkap Tutik di tengah kesibukannya.
Selain mendatangkan keuntungan bagi pemilik usaha, bisnis ini juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sejumlah warga dilibatkan dalam proses produksi hingga pengemasan, sehingga turut membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian lokal desa setempat.
Kisah Tutik menjadi bukti bahwa di tengah gempuran produk modern, cita rasa tradisional tetap memiliki tempat istimewa. Lebaran bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum menghadirkan kembali kenangan manis melalui sajian kue-kue khas yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,”pungkasnya. (Red).





