ARD-NEWS.COM, Jember – Pemerintah Kecamatan Rambipuji menggelar rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan tokoh agama, ulama, serta berbagai elemen masyarakat, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang diawali dengan pembacaan sholawat bersama tersebut menjadi wadah sosialisasi program prioritas pemerintah sekaligus upaya mitigasi berbagai isu strategis di Kabupaten Jember, khususnya persoalan pengelolaan sampah.
Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, menegaskan bahwa forum koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah serta mengantisipasi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program pemerintah pusat maupun program prioritas Bupati Jember,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah kecamatan juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Jember selama setahun terakhir. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi daerah yang tercatat meningkat dan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur maupun kawasan Tapal Kuda.
Menurut Roni, capaian tersebut perlu disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi sekaligus untuk membangun optimisme bersama dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Meski demikian, forum juga menyoroti tantangan besar yang saat ini dihadapi daerah, yakni persoalan sampah. Pemerintah mengungkapkan bahwa produksi sampah harian di Kabupaten Jember mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Sementara itu, kapasitas pengolahan sampah yang tersedia saat ini hanya mampu menangani sekitar 100 hingga 200 ton per hari.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian setelah ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) TPA Pakusari.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah secara mandiri agar tidak menimbulkan persoalan yang lebih besar di kemudian hari,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah bersama masyarakat telah menginisiasi pembentukan bank sampah yang mulai digalakkan sebelum penutupan TPA.
Program tersebut terus disosialisasikan melalui berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Nahdlatul Ulama, guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Pemerintah juga menekankan bahwa sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pada prinsipnya, sampah yang tidak dikelola akan menjadi masalah. Namun jika dikelola dengan baik dan tepat, sampah bisa menjadi berkah serta memberikan nilai tambah secara ekonomi,” pungkas Roni.
Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, Pemerintah Kecamatan Rambipuji berharap seluruh komponen masyarakat dapat terus menjaga kondusivitas wilayah, memperkuat kolaborasi, serta berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan lingkungan di Kabupaten Jember.(Fqh).





