Balimau Kasai Kabun 2026 Semakin Semarak Perpaduan Agama Dan Adat, Momen Saling Memaafkan  Sambut Ramadhan

ARD- NEWS. COM .Kabun – Tradisi adat Balimau Kasai yang digelar masyarakat Kecamatan Kabun dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun ini berlangsung lebih semarak dan penuh khidmat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan tahunan yang menjadi identitas budaya masyarakat Melayu tersebut sukses memperlihatkan kuatnya persatuan antara unsur adat, agama, dan sosial.

Kegiatan dimulai dari Kantor Desa Kabun dengan arak-arakan jalan kaki menuju Kampung Lamo yang berjarak kurang lebih 500 meter. Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, pemuda hingga anak-anak, turut ambil bagian dalam prosesi tersebut dengan mengenakan busana muslim dan pakaian adat Melayu.

Setibanya di aula terbuka Kampung Lamo, rombongan disambut dengan pertunjukan pembukaan Silat Pangean sebagai simbol penghormatan adat dan penyambutan kehormatan bagi para tamu dan peserta arakan. Suasana semakin khidmat ketika rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kabun Muhammad Rafli Ashari, SE, Camat Kabun Anang Perdhana Putra, S.STP, anggota DPRD dari Partai Gerindra Paizul, serta anggota DPRD dari Partai Demokrat Muhammad Aidi, SH yang juga bergelar Datuok Majalelo dan merupakan putra daerah Desa Kabun.

Dalam sambutannya, Camat Kabun Anang Perdhana Putra, S.STP menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Kegiatan ini adalah perpaduan antara adat, agama, dan sosial. Jadikan momentum ini untuk saling memaafkan dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Sementara itu, Paizul selaku tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD dari Partai Gerindra menegaskan bahwa Balimau Kasai bukan sekadar seremoni tahunan.
“Ini bukan acara biasa. Ini adalah perpaduan antara agama, adat, dan masyarakat. Harapan kita ke depan kegiatan ini semakin besar dan semakin semarak,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Datuok Majalelo (Muhammad Aidi, SH) dalam sambutannya mewakili niniok mamak menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini terasa jauh lebih meriah dari sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa Kampung Lamo merupakan kampung lama para leluhur masyarakat Kabun, sehingga sebelum kegiatan digelar, kawasan tersebut dibersihkan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah nenek moyang.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pemuda Kabun yang telah bekerja keras demi suksesnya acara tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemuda Kabun yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini berjalan lancar dan meriah,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya perencanaan untuk menata kembali Kampung Lamo sebagai kawasan bersejarah serta rencana menembuskan akses jalan hingga ke daerah Cawan sebagai bagian dari pengembangan wilayah adat.
“Harapan kami, generasi muda dapat mencintai dan melestarikan adat istiadat di kampung ini, sehingga adat yang ada tidak punah. Dalam menyambut bulan suci Ramadan ini, marilah kita saling maaf memaafkan,” pesannya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, Kepala Desa Kabun Muhammad Rafli Ashari, SE menegaskan komitmen Pemerintah Desa dalam mendukung pelestarian tradisi tersebut.
“Balimau Kasai adalah warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabun. Pemerintah desa akan terus mendukung agar kegiatan ini semakin tertata dan lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan da≠n kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Tradisi Balimau Kasai tahun ini kembali menegaskan bahwa masyarakat Kabun tetap solid dalam menjaga warisan adat sekaligus memperkuat nilai religius dan sosial menjelang bulan suci Ramadan.(Amir)