Kebakaran Hanguskan Rumah Kontrakan di Desa Silam, 8 KK Kehilangan Harta Benda

KAMPAR – ard-news.com – Kebakaran melanda rumah kontrakan milik Haji Efrijon di Desa Silam, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Sebanyak delapan kepala keluarga (KK) terdampak dan kehilangan hampir seluruh harta benda dalam musibah tersebut.

Kobaran api diduga bermula dari korsleting listrik. Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan beserta seluruh isinya. Tiga unit sepeda motor, perlengkapan rumah tangga, dokumen pribadi, serta berbagai kebutuhan sehari-hari turut hangus terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil yang dialami para korban cukup besar dan masih dalam proses pendataan.

Saat api mulai membesar, warga setempat bergerak melakukan upaya penanganan sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran. Salah seorang warga, Epen, disebut menghubungi Damkar untuk meminta bantuan.

Petugas Damkar kemudian menuju lokasi. Namun, kobaran api berkembang sangat cepat. Saat petugas tiba, api telah melahap sebagian besar bangunan sehingga proses penanganan dilakukan terhadap bangunan yang sudah dalam kondisi terbakar hebat.

Sekitar pukul 17.30 WIB, atau beberapa jam setelah kejadian, bantuan kemanusiaan mulai tiba. Tim BAZNAS datang ke lokasi membawa pakaian layak pakai dan sembako untuk disalurkan kepada keluarga yang terdampak.

Bagi delapan keluarga korban, bantuan tersebut menjadi dukungan awal setelah kehilangan tempat tinggal dan berbagai kebutuhan pokok dalam waktu singkat.

Warga berharap perhatian dan bantuan dapat terus mengalir dari pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga sosial, dunia usaha maupun masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar serta proses pemulihan para korban.

Hingga berita ini diterbitkan, pendataan kerugian masih dilakukan. Penyebab pasti kebakaran juga masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang. Dugaan korsleting listrik menjadi informasi awal yang belum dapat disimpulkan sebagai penyebab resmi.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada bangunan hunian padat. (Giman)