Tragis!!! Belum lama di unjuk rasa sudah memakan korban jiwa lagi.
ARD-NEWS.COM, Pasuruan – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Simpang Tiga Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa (23/6/2026) pagi. Seorang pesepeda lanjut usia bernama Satoli (67), warga Desa Kraton, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah truk tronton.
Peristiwa tragis tersebut menambah daftar kecelakaan yang terjadi di jalur yang belakangan menjadi sorotan masyarakat. Sebelumnya, warga Kelurahan Bukir dan Sebani sempat menggelar aksi unjuk rasa terkait pengalihan arus lalu lintas yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Salim dan Ahmad, kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda kayuh dari arah timur menuju barat. Setibanya di Simpang Tiga Karangketug, korban hendak berbelok ke arah selatan.
Pada saat yang bersamaan, sebuah truk tronton bernomor polisi L 8046 UI yang dikemudikan Nur Huda, warga Gresik, melaju dari arah barat dan juga berbelok ke arah selatan.
Diduga rem sepeda yang digunakan korban tidak berfungsi dengan baik sehingga korban kehilangan kendali saat memasuki tikungan. Korban kemudian terjatuh ke sisi kanan dan masuk ke kolong truk yang berada di sampingnya.
Nahas, tubuh korban terlindas roda belakang kiri truk sehingga mengalami luka parah dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan Kota yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan kendaraan yang terlibat, serta mengevakuasi jenazah korban ke RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Peristiwa ini kembali memunculkan perhatian masyarakat terhadap aspek keselamatan lalu lintas di kawasan Simpang Tiga Karangketug yang dalam beberapa waktu terakhir kerap menjadi lokasi terjadinya kecelakaan. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas maupun fasilitas keselamatan jalan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Para pengunjuk rasa kini mempertanyakan Apakah Walikota, DPRD dan DISHUB masih belum melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Kota Pasuruan tentang pengalihan arus? Atau membiarkan warganya jadi korban di jalur maut? Bagaimana tindakan pemerintah kota Pasuruan,”pungkasnya.(Fjr).





