Heboh Dugaan Limbah PT FAA di Sungai Giti, Ikan Mati dan Air Keruh Picu Keresahan Warga

ard-news.com – Rokan Hulu — Warga Desa Giti, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, dibuat resah setelah kondisi air Sungai Giti disebut berubah warna dan diduga tercemar.

Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah unggahan seorang warga bernama Muhammad Siddik dibagikan di grup Facebook “Info Desa Giti & Sekitarnya”.
Dalam postingan yang beredar, warga menyebut sehari sebelumnya ditemukan ikan mati di Sungai Giti.

Selain itu, kondisi air sungai juga terlihat keruh kecoklatan sehingga memicu kekhawatiran masyarakat sekitar yang masih memanfaatkan sungai tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Video dan dokumentasi kondisi Sungai Giti yang beredar luas di media sosial langsung menjadi perhatian warga. Dalam video tersebut, air sungai tampak berwarna coklat pekat di area sekitar perkebunan sawit.

Sejumlah warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan penyebab perubahan kondisi air sungai tersebut.

“Kami khawatir kondisi sungai semakin memburuk karena sebelumnya juga disebut ada ikan mati,” ujar salah seorang warga kepada ARD News.

Menanggapi informasi yang berkembang di tengah masyarakat, Camat Kabun, Anang Perdana Putra, S.STP., M.Si, mengaku telah menginstruksikan Kepala Desa Giti, Wagiran, untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi sungai yang dikeluhkan warga.

“Dari laporan pak kades, air terlihat keruh. Untuk memastikan ada tidaknya pencemaran, dapat dilaporkan langsung ke DLH karena DLH memiliki kompetensi dan peralatan untuk pemeriksaan,” ujar Anang Perdana Putra kepada ARD News, minggu (10/5/2026).

Anang juga menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah meminta perusahaan melakukan pemeriksaan terhadap lokasi yang dimaksud. Namun hingga saat ini, pihak kecamatan mengaku belum menerima laporan lanjutan terkait hasil pengecekan tersebut.

“Kami juga sudah menyampaikan ke perusahaan dan meminta perusahaan memeriksa lokasi berkenaan, tapi belum ada laporan ke kecamatan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Giti, Wagiran, disebut telah melakukan pengecekan awal di lapangan sesuai instruksi pihak kecamatan. Dari hasil pemantauan awal, kondisi air sungai dilaporkan terlihat keruh.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil pemeriksaan resmi dari instansi lingkungan hidup terkait penyebab perubahan kondisi air Sungai Giti tersebut. Meski demikian, keresahan masyarakat terus berkembang mengingat sungai itu masih dimanfaatkan warga untuk mencari ikan dan aktivitas lainnya.

ARD News juga telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada pihak PT FAA pada minggu (10/5/2026) melalui kontak yang diperoleh dari pihak kecamatan. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan resmi.

Masyarakat berharap Dinas Lingkungan Hidup segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian kualitas air guna memastikan ada atau tidaknya unsur pencemaran di Sungai Giti. Hingga kini, warga masih menunggu langkah konkret instansi terkait terhadap kondisi sungai yang viral di tengah masyarakat Desa Giti.
(Amir)