ARDNEWS.COM
PORTAL BERITA TERKINI • LIVE
● LIVESUBSCRIBE
BERANDANASIONALBISNISTEKNOLOGIHUKUM
KURS LIVEUSD/IDR 17.889EUR/IDR 20.045
BREAKINGPUSPOLRINDO Desak Kasus Denny Indrayana • BI Tahan Bunga 6,25% • Hanya di ARD-NEWS.COM

HUT ke-27 Rohul, Anton Bentangkan Capaian Ekonomi 6,79 Persen: Ujian Sesungguhnya Ada pada Pemerataan Kesejahteraan

IMG-20261013-WA9455

Rokan Hulu — Ard-news.com — Dua puluh tujuh tahun perjalanan Kabupaten Rokan Hulu menjadi momentum penting untuk membaca arah pembangunan daerah. Di tengah berbagai program infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menghadapi tantangan yang tidak kalah mendasar: memastikan pertumbuhan daerah benar-benar berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pesan tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu yang dipimpin Bupati Anton, ST, MM, bersama Wakil Bupati Syafaruddin Poti, SH, MH, di halaman Kantor Bupati, Senin (12/10/2026).

Mengusung tema “Maju Bersinergi Membangun Negeri”, peringatan tahun ini menjadi panggung bagi pemerintah daerah untuk memaparkan capaian pembangunan sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, dan generasi muda.

Namun, di balik berbagai angka yang dipaparkan, keberhasilan pembangunan tetap membutuhkan ukuran yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat: kesempatan kerja, akses pelayanan publik, infrastruktur yang layak, serta distribusi hasil pembangunan yang adil.

Pertumbuhan ekonomi 6,79 persen, momentum memperkuat ekonomi rakyat
Dalam sambutannya, Bupati Anton menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Rokan Hulu mencapai 6,79 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau sebesar 4,59 persen.

Angka tersebut menjadi indikator positif bagi perkembangan ekonomi daerah. Tantangan selanjutnya adalah memastikan pertumbuhan itu mampu memperkuat daya beli, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat.

Untuk mendorong ekonomi kerakyatan, Pemkab Rohul mengembangkan program KURDA ASA berupa fasilitas pinjaman modal Rp5 juta dengan bunga ditanggung pemerintah daerah.

Pemerintah juga merencanakan Job Fair yang disebut sebagai terobosan baru dalam perjalanan 27 tahun Kabupaten Rokan Hulu, dengan target 500 lowongan pekerjaan dari 50 perusahaan.

Program tersebut berpotensi membuka akses bagi pencari kerja. Akan tetapi, keberhasilannya kelak perlu diukur melalui jumlah tenaga kerja yang benar-benar diterima, kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan perusahaan, serta keberlanjutan pekerjaan yang tersedia.

Sebab, pertumbuhan ekonomi yang kuat idealnya tidak hanya tercermin dalam statistik, tetapi juga terasa dalam kehidupan keluarga, pelaku UMKM, petani, pekerja, dan generasi muda yang membutuhkan masa depan lebih pasti.

Infrastruktur dan penggunaan anggaran menjadi perhatian publik

Di sektor infrastruktur, pemerintah memaparkan rencana dan capaian penanganan jalan yang meliputi peningkatan sepanjang 13,21 kilometer, rekonstruksi 14,74 kilometer, serta penanganan 6,12 kilometer melalui dukungan Dana Bagi Hasil senilai Rp27 miliar.

Selain itu, dukungan APBN melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah disebut mencapai Rp37 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 5,1 kilometer.

Pemkab juga memaparkan pembangunan Gedung DPRD senilai Rp8,8 miliar, revitalisasi kawasan kumuh, penataan Danau Dipo Boncah Balong, serta persiapan fasilitas untuk menjadi tuan rumah MTQ Provinsi Riau 2027, termasuk rehabilitasi Astaka MTQ dan pembangunan stadion berstandar nasional.

Besarnya agenda pembangunan tersebut menuntut pengawasan yang sepadan. Transparansi anggaran, kualitas pekerjaan, ketepatan pelaksanaan, dan manfaat jangka panjang harus menjadi bagian penting dalam penilaian publik.

Masyarakat berhak mengetahui bukan hanya berapa besar anggaran yang dialokasikan, tetapi juga bagaimana pekerjaan dilaksanakan, apakah sesuai spesifikasi, dan sejauh mana hasilnya menjawab kebutuhan daerah.

Pendidikan dan kesehatan: capaian harus dirasakan masyarakat

Pada sektor pendidikan, Pemkab Rohul memaparkan anggaran revitalisasi satuan pendidikan periode 2025–2026 sebesar Rp79,44 miliar, penyaluran seragam bagi 17.340 siswa, serta persiapan Sekolah Terintegrasi atau Sekolah Garuda di atas lahan seluas 20 hektare.

Sementara itu, pada sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) disebut telah melampaui 95 persen. Program pelacakan tuberkulosis terintegrasi dan pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau 56 dari 145 desa dan kelurahan. Dari 23 puskesmas, 10 di antaranya telah menyediakan layanan rawat inap.

Capaian tersebut perlu diikuti peningkatan kualitas layanan di lapangan. Ketersediaan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, fasilitas yang memadai, distribusi layanan hingga wilayah terpencil, serta kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan menjadi faktor penting untuk memastikan program pemerintah tidak berhenti pada laporan administratif.

Pendidikan yang berkualitas dan layanan kesehatan yang terjangkau merupakan fondasi utama pembangunan manusia. Keduanya harus mendapat perhatian yang berkelanjutan, bukan hanya menjadi bagian dari agenda peringatan hari jadi.

Kolaborasi CSR dan tantangan fiskal

Bupati Anton juga mengakui bahwa keterbatasan fiskal menjadi tantangan dalam menentukan prioritas pembangunan. Untuk memperluas dukungan, pemerintah daerah menjalin sinergi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Sejumlah kegiatan yang disebut mendapat dukungan tersebut meliputi pengecatan Islamic Centre, Pasar Modern Pasir Pengaraian, rehabilitasi Jalan Provinsi Ujung Batu–Pasir Pengaraian, serta pembangunan 34 rumah layak huni.

Di bidang pelayanan publik, Pemkab Rohul bersama DPRD telah menandatangani nota kesepakatan pembiayaan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk pembangunan rumah sakit enam lantai dan rehabilitasi Gedung Daerah.

Di tengah keterbatasan anggaran, setiap keputusan pembiayaan dan penentuan prioritas perlu disertai perencanaan yang terukur, keterbukaan informasi, dan pengawasan agar tidak mengurangi perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

HUT ke-27 harus menjadi momentum evaluasi

Dalam penutup sambutannya, Bupati Anton bersama Wakil Bupati Syafaruddin Poti menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada para tokoh pendiri serta para pemimpin terdahulu yang telah berkontribusi dalam pembangunan Rokan Hulu.

Penghormatan terhadap sejarah tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab lintas generasi. Setiap capaian perlu dipertahankan, sedangkan pekerjaan yang belum tuntas harus menjadi agenda perbaikan.

Pada usia ke-27, Rokan Hulu memiliki sejumlah indikator pembangunan yang patut dicermati. Namun, ukuran keberhasilan pemerintahan tidak berhenti pada angka pertumbuhan ekonomi, daftar proyek, atau besaran anggaran.

Ukuran sesungguhnya terletak pada manfaat yang diterima rakyat: apakah pekerjaan semakin mudah diperoleh, jalan semakin layak dilalui, pendidikan semakin berkualitas, pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau, dan kesejahteraan semakin merata hingga ke pelosok desa.

Di sinilah pentingnya keterbukaan pemerintah dan peran pers dalam mengawal kepentingan publik. Pemberitaan tidak hanya bertugas menyampaikan capaian, tetapi juga memastikan informasi pembangunan dapat diuji, dipahami, dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu. Maju bukan sekadar bertumbuh, bersinergi bukan sekadar berjanji, dan sejahtera bukan sekadar slogan. Semuanya harus dibuktikan melalui hasil pembangunan yang nyata dan dirasakan seluruh masyarakat.(Amir)

ARD NEWS. COM