Pekanbaru – ard-news.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi langsung terhadap kinerja jajaran TNI dan Polri dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Namun, apresiasi tersebut sekaligus disertai target tegas. Prabowo meminta sisa sekitar 900 hektare area karhutla segera dituntaskan dan tidak kembali memunculkan titik api maupun asap.
Hal itu disampaikan Presiden saat memimpin rapat evaluasi penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Pekanbaru, Senin (24/8/2026). Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, luasan area terbakar di Riau yang sebelumnya mencapai sekitar 16.000 hektare kini telah ditekan hingga tersisa sekitar 900 hektare.
Dalam rapat tersebut, Prabowo menerima laporan dari jajaran terkait, termasuk Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.
Usai mendengar laporan mengenai perkembangan penanganan karhutla, Prabowo menyoroti masa pengabdian kedua perwira tersebut di Riau.
Presiden kemudian menyampaikan apresiasi sekaligus membuka peluang kenaikan jabatan apabila target penanganan karhutla dapat dituntaskan.
“Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik. Ya, selesaikan dulu. Kalau 900 hektarnya selesai, Panglima TNI, Kapolri.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Presiden melihat kinerja lapangan sebagai bagian penting dalam memberikan penghargaan kepada jajaran yang dinilai berhasil menjalankan tugas.
Prabowo juga menegaskan dirinya tidak segan memberikan teguran apabila pekerjaan tidak berjalan baik. Sebaliknya, ia menyatakan akan memberikan apresiasi ketika hasil kerja dinilai memuaskan.
“Saya kalau nggak beres, saya juga bicaranya ketus. Tapi kalau bagus, saya bicara bagus. Dan ini saya lihat bagus.”
Presiden menilai penanganan karhutla di Riau menunjukkan perkembangan positif. Penurunan luasan area terbakar dari sekitar 16.000 hektare menjadi sekitar 900 hektare menjadi salah satu indikator yang diapresiasi pemerintah.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pekerjaan belum selesai.
Sisa sekitar 900 hektare harus segera ditangani. Pemerintah juga menekankan pentingnya mencegah munculnya titik api baru agar ancaman asap tidak kembali meluas.
“Jangan sampai ada lagi asap. Jangan sampai ada lagi titik api baru. Kerja sampai tuntas.”
Dengan demikian, pesan Presiden kepada jajaran TNI dan Polri di Riau bukan sekadar pujian, tetapi juga penegasan mengenai target, tanggung jawab, dan hasil akhir operasi karhutla.
Kinerja yang telah menekan luasan karhutla mendapat apresiasi. Namun, keberhasilan akhir tetap ditentukan oleh kemampuan aparat menuntaskan sisa kebakaran dan memastikan tidak terjadi kebakaran susulan.
Bagi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau, pernyataan Presiden sekaligus menjadi momentum pembuktian.
900 hektare menjadi target terakhir. Api harus padam, asap harus berhenti, dan titik api baru harus dicegah.
Sementara peluang kenaikan jabatan yang disampaikan Presiden menjadi bentuk apresiasi yang dikaitkan langsung dengan keberhasilan menyelesaikan pekerjaan tersebut. (Amir)






