ROKAN HULU | ARD NEWS.COM – Akses pendidikan bagi pelajar di wilayah Afdeling 1 Kalsa, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Jalan rintisan yang selama ini digunakan masyarakat untuk menuju sekolah dilaporkan telah diputus oleh pihak PT Padasa Enam Utama.
Dampaknya, para siswa yang bersekolah di SMP Negeri 1 Kabun terpaksa menggunakan jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh dan kondisi jalan yang rusak serta tidak layak dilalui.
Berdasarkan keterangan para pelajar, jalan pengganti tersebut dipenuhi bebatuan tajam yang kerap menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan.
“Kami sering terlambat ke sekolah. Motor juga sering bocor karena jalan banyak batu,” ungkap salah satu siswa.
Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas belajar, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan bagi para pelajar yang setiap hari harus menempuh perjalanan dengan medan sulit.
Upaya Masyarakat Belum Membuahkan Hasil
Persoalan ini sejatinya telah dilaporkan masyarakat secara resmi ke pemerintah desa, kecamatan, hingga pihak kepolisian. Bahkan, mediasi telah difasilitasi di aula kantor camat dengan mempertemukan perwakilan masyarakat dan pihak perusahaan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Rafli Ashari, SE, Camat Kabun Anang Perdana Putra, serta Kapolsek Kabun. Namun hingga kini, belum ada solusi konkret yang dirasakan masyarakat.
Camat Kabun juga telah melayangkan surat resmi kepada pihak perusahaan, yang turut ditembuskan kepada Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu serta Ketua DPRD Rokan Hulu sebagai bentuk tindak lanjut serius atas keluhan warga.
Belum Ada Tanggapan Perusahaan
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Padasa Enam Utama belum memberikan tanggapan resmi terkait pemutusan akses jalan tersebut, meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan.
Akses Jalan Dinilai Kebutuhan Dasar
Sejumlah warga menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele, mengingat akses jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, terutama untuk menunjang pendidikan anak-anak.
“Ini bukan sekadar jalan, tapi akses masa depan anak-anak kami. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” ujar salah satu warga.
Masyarakat berharap adanya langkah tegas dari pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan akses jalan yang layak dapat kembali digunakan, sehingga aktivitas pendidikan tidak terus terganggu.
ARD News akan terus mengawal perkembangan persoalan ini hingga ada solusi nyata bagi masyarakat.(Amir)





