BREAKING NEWS 🔴 Cek Berita Terbaru ARD-NEWS.COM Hari Ini - Update Terus - Berita Terkini Bekasi dan Nasional Hari Ini - Live Update - ARD NEWS Selalu Terdepan -

‎Truk Box Kuning Diduga Sedot Solar Subsidi Berulang di SPBU Tasikmalaya, Aparat Diminta Telusuri

IMG-20261008-WA9612

TASIKMALAYA ,ARD-NEWS.com — Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi kembali mencuat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

‎
‎Sorotan kali ini tertuju pada sebuah truk box berwarna kuning yang diduga digunakan untuk melakukan pengisian solar subsidi dalam jumlah yang dinilai tidak wajar.
‎
‎Berdasarkan informasi dan hasil pemantauan di lapangan, kendaraan tersebut diduga melakukan pengisian BBM subsidi dengan pola yang berbeda dari konsumen pada umumnya.
‎
‎Penggunaan kendaraan box untuk mengangkut solar dalam jumlah besar juga menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan dan peruntukan BBM yang dibeli.
‎
‎Informasi yang dihimpun menyebutkan, truk tersebut diduga telah dilengkapi dengan tandon penampungan yang ditempatkan di dalam ruang box.
‎
‎Jika informasi tersebut benar, kapasitas penampungan yang besar memungkinkan kendaraan mengangkut BBM dalam jumlah lebih banyak dibanding kebutuhan normal kendaraan pribadi maupun konsumen umum.
‎Kondisi itu memunculkan sejumlah pertanyaan. Di antaranya, bagaimana kendaraan tersebut dapat memperoleh solar subsidi dalam jumlah tertentu, apakah pembelian dilakukan sesuai ketentuan, serta untuk kepentingan apa BBM tersebut kemudian dibawa.
‎Dugaan menjadi semakin serius apabila pengisian dilakukan secara berulang. Sebab, solar subsidi merupakan BBM yang penyalurannya diatur pemerintah dan diperuntukkan bagi kelompok masyarakat serta sektor tertentu yang memenuhi ketentuan.
‎
‎Apabila BBM subsidi yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan dijual kembali dengan harga nonsubsidi, praktik tersebut berpotensi menjadi bentuk penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi sekaligus merugikan masyarakat yang berhak menerima manfaat subsidi.
‎Muncul Sejumlah Inisial
‎Dari penelusuran informasi di lapangan, muncul sejumlah nama berinisial W, E, dan A yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas pengisian solar subsidi tersebut.
‎
‎Namun, informasi mengenai keterlibatan pihak-pihak tersebut masih sebatas dugaan dan membutuhkan pembuktian lebih lanjut melalui penyelidikan aparat penegak hukum.
‎
‎Dalam komunikasi yang diperoleh, seorang berinisial A menyebut adanya pihak yang disebut sebagai koordinator lapangan.
‎“Nanti ada korlapnya yang menghubungi, Pak,” ujar A dikutip dari
go.teropongrakyat.co.
‎Tidak lama berselang, pihak yang mengaku berinisial W dan E dari salah satu media informasi online menghubungi melalui WhatsApp.
‎“Kita ketemu, Pak, sekalian silaturahmi,” kata pihak tersebut.
‎Ketika dikonfirmasi mengenai dugaan aktivitas pelangsiran solar subsidi di salah satu SPBU, keduanya membantah dan menyatakan bukan koordinator lapangan.
‎
‎Pernyataan tersebut tentu masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui fakta sebenarnya di lapangan.
‎Pengawasan SPBU Dipertanyakan
‎Selain dugaan aktivitas kendaraan, sistem pengawasan terhadap transaksi BBM subsidi di SPBU juga menjadi sorotan.
‎
‎Transaksi dalam jumlah besar dan dilakukan secara berulang oleh kendaraan yang sama semestinya menjadi salah satu indikator yang patut diperiksa, terlebih apabila pola pembelian tersebut tidak lazim dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi kendaraan secara normal.
‎
‎Pengelola SPBU dituntut tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga memastikan penyaluran BBM subsidi berlangsung sesuai peruntukan dan regulasi yang berlaku.
‎
‎Apabila terdapat transaksi yang mencurigakan, diperlukan mekanisme pengawasan dan verifikasi untuk memastikan BBM subsidi tidak disalahgunakan.
‎Perlu Penelusuran Aparat
‎Aparat penegak hukum dan instansi terkait di Kota Tasikmalaya juga diharapkan melakukan penelusuran secara menyeluruh terhadap dugaan tersebut.
‎
‎Pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan terhadap kendaraan. Dokumen pembelian, rekam transaksi, pola pengisian, identitas pihak yang melakukan pembelian, hingga tujuan distribusi setelah BBM keluar dari SPBU perlu ditelusuri apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
‎
‎Langkah tersebut penting untuk menjawab pertanyaan mendasar: apakah solar subsidi benar-benar digunakan sesuai peruntukannya atau justru dialihkan untuk kepentingan komersial.
‎
‎Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya pelanggaran, klarifikasi dan pemeriksaan resmi dapat menjadi dasar untuk menghentikan spekulasi yang berkembang di masyarakat.
‎
‎Sebaliknya, apabila ditemukan adanya penyimpangan, aparat perlu mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum agar celah distribusi BBM subsidi tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan.
‎
‎Dugaan penggunaan truk box untuk memperoleh solar subsidi dalam jumlah besar karena itu tidak semestinya dipandang sebagai persoalan transaksi biasa. Ada aspek pengawasan distribusi subsidi dan kepentingan masyarakat yang perlu dipastikan.
‎
‎Hingga berita ini ditulis, dugaan aktivitas tersebut masih membutuhkan konfirmasi dan pendalaman dari pengelola SPBU, Pertamina, aparat penegak hukum, serta instansi terkait.
‎Konfirmasi dari seluruh pihak diperlukan untuk memastikan fakta di lapangan sekaligus memberikan ruang hak jawab kepada pihak-pihak yang disebut maupun dikaitkan dengan dugaan tersebut.
‎(Red)
‎

ARD NEWS. COM