Pasar Manggis Sepi Pengunjung, Pedagang Keluhkan Dugaan Intimidasi dan Arogansi Pengelola

JAKARTA, Ard-news. Com — Kondisi Pasar Manggis yang semakin sepi pengunjung kini memicu keluhan dari para pedagang. Mereka menyoroti buruknya pelayanan pengelola pasar yang dinilai cenderung arogan, bahkan diduga melakukan tindakan intimidatif terhadap pedagang.

Keluhan tersebut disampaikan salah satu pedagang, Jhony Saputra, yang mengaku kecewa atas tindakan pemutusan arus listrik di kios miliknya secara sepihak oleh pihak pengelola. Menurut Jhony, tindakan tersebut berdampak langsung pada terhentinya aktivitas usaha dan menurunkan omzet penjualan.

“Saya mulai membuka usaha di Pasar Manggis sejak tahun 2024. Awalnya usaha berjalan normal, namun belakangan kondisi pasar semakin sepi pengunjung sehingga saya kesulitan membayar cicilan bulanan. Meski begitu, semangat saya untuk tetap bertahan berjualan tidak pernah surut,” ujar Jhony kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Sabtu (21/2/2026).

Jhony menyatakan keberatan keras atas pemutusan listrik yang dilakukan tanpa musyawarah. Ia menilai langkah tersebut tidak mencerminkan sikap bijak pengelola dalam menghadapi kesulitan pedagang di tengah lesunya aktivitas pasar.
Dalam keterangannya, Jhony menyampaikan sejumlah poin keberatan, di antaranya:

Ia menolak pemutusan listrik sepihak oleh pengelola Pasar Manggis.

Ia menilai Kepala Pasar bersikap arogan dalam menggunakan kewenangannya.

Ia menegaskan tetap beritikad baik melunasi tunggakan kios secara mencicil.

Ia berharap pengelola tidak menolak skema pembayaran bertahap yang diajukan.

Ia mengaku selama ini selalu membayar lancar sejak pasar diresmikan, namun kondisi pasar yang sepi membuat omzet menurun.

Ia mengakui memiliki tunggakan selama 18 bulan, tetapi pembayaran cicilan yang diajukan tidak diterima, bahkan berujung pemutusan listrik yang dinilai sebagai bentuk intimidasi. Ia menegaskan para pedagang membutuhkan solusi, bukan tekanan.

“Kami pedagang butuh solusi, bukan intimidasi,” tegas Jhony.

Lebih lanjut, Jhony mengajak Kepala Pasar Manggis beserta jajaran untuk bersikap lebih arif dan membuka ruang dialog dengan pedagang. Ia berharap tercipta komunikasi yang transparan guna mencari jalan keluar bersama.

“Mari kita bergandengan tangan, duduk bersama, dan mencari solusi untuk mempromosikan pasar agar kembali ramai pengunjung,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Pasar Manggis belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para pedagang. Situasi ini diharapkan dapat segera dimediasi agar aktivitas perdagangan di Pasar Manggis kembali kondusif.(red)