Kapolda Riau dan Danrem 031/WB Turun ke Rohul, Negara Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas di Tengah Dinamika Konflik Lahan

ROKAN HULU –ard- news.com Kehadiran pimpinan TNI-Polri di Kabupaten Rokan Hulu menjadi penegasan kuat bahwa negara hadir dalam menjaga stabilitas wilayah di tengah dinamika konflik lahan yang belakangan menjadi perhatian publik.

Kapolda Riau, Herry Heryawan bersama Danrem 031/Wira Bima, Agustatius Sitepu turun langsung ke Rohul, Senin (16/02/2026). Kunjungan tersebut turut diikuti Pejabat Utama Polda Riau serta unsur LAMR Riau.

Rombongan disambut Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti dan Kapolres Rokan Hulu Emil Eka Putra.

Agenda kunjungan meliputi pertemuan di Kantor Bupati Rokan Hulu, kunjungan ke Mapolres Rohul, serta dialog terbatas dengan para pemangku kepentingan, termasuk tokoh masyarakat dan pihak yang berkaitan dengan sektor agraria.

Negara Hadir Jaga Stabilitas

Dalam arahannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama keberlangsungan kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Setiap dinamika konflik harus disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan komunikasi serta menghindari langkah-langkah yang berpotensi memperkeruh situasi,” tegas Irjen Herry.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan menjaga ketertiban bersama, dengan menjadikan pengalaman konflik sebelumnya di wilayah Bonai Darussalam sebagai pembelajaran agar eskalasi serupa tidak terulang.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat menjadi strategi utama dalam merawat harmoni sosial.

“Kehadiran pimpinan wilayah secara langsung penting untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap utuh serta menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata dalam menjaga rasa aman,” ujarnya.

Pendekatan Humanis dan Preventif

Sementara itu, Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra menyampaikan bahwa jajaran Polres Rohul terus memperkuat langkah-langkah preventif melalui patroli dialogis, pemetaan potensi konflik, serta koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, stabilitas keamanan bukan hanya soal penegakan hukum semata, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan publik.

“Ini tentang merawat keseimbangan sosial dan memastikan setiap persoalan diselesaikan melalui pendekatan yang humanis, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya.

Kunjungan kerja ini dinilai sebagai pesan kuat bahwa sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di tengah isu-isu agraria yang sensitif dan berpotensi memicu ketegangan sosial.
(Amir)