ARD-NEWS.COM, Pasuruan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sejak Minggu sore hingga malam mengakibatkan banjir di tiga kecamatan. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 70 sentimeter.
Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu, yakni Kecamatan Pandaan dan Prigen, hingga Beji selama berjam-jam. Akibatnya, debit air Sungai Wrati meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Di Kecamatan Beji, luapan Sungai Wrati merendam sedikitnya tiga desa dengan ketinggian air bervariasi. Salah satu titik terdampak berada di Desa Kedungringin. Hingga Senin pagi, jalan perkampungan di desa tersebut masih tergenang air.
Doni, warga setempat, mengatakan air mulai naik sejak Minggu sore.
“Air mulai naik ke jalan sejak Minggu sore. Baru masuk ke dalam rumah itu Senin dini hari tadi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan hingga Senin pagi terdapat tiga kecamatan yang terdampak banjir.
Di Kecamatan Gempol, dua desa terdampak yakni Desa Legok dan Desa Winong dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 30 sentimeter.
Di Kecamatan Beji, banjir merendam empat desa, yakni Desa Cangkringmalang, Desa Kedungringin, dan Desa Kedungboto, dengan ketinggian air mulai 10 hingga 70 sentimeter.
Sedangkan di Kecamatan Bangil, banjir terjadi di Kelurahan Kalianyar dengan ketinggian air antara 10 hingga 20 sentimeter.
BPBD Kabupaten Pasuruan terus melakukan pendataan serta memantau perkembangan debit air di sejumlah titik. Warga diimbau tetap waspada apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,”pungkasnya. (Red)





