JAKARTA, Ard-news.com —Dalam Bulan Ramadhan lazimnya suasana pasar sangat padat pengunjungnya,pedagang dan pembeli datang namun berbanding terbalik dengan suasana Pasar Manggis yang berkedudukan di Jl. Guntur, Kelurahan, Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.terlihat sepi dari pedagang.
Kondisi ini diperparah oleh pengelolaan pasar yang dinilai cenderung arogan serta mengabaikan aspirasi pedagang.
Penertiban yang dilakukan secara sepihak pun dinilai menekan tanpa diiringi solusi yang memadai.
Sejumlah pedagang mengaku resah. Mereka menyoroti adanya tekanan, bahkan dugaan ancaman verbal dari pihak manajemen pengelola Pasar Manggis, mulai dari rencana pemutusan aliran listrik hingga penutupan kios.
Menurut para pedagang, persoalan ini seharusnya tidak perlu terjadi apabila manajemen lebih peka terhadap kondisi pasar yang saat ini sedang lesu dari pembeli, Sepinya pengunjung disebut berdampak buruk pada penurunan omzet, sehingga banyak pedagang mengalami kesulitan memenuhi kewajiban mereka.
Salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya kepada awak media mengatakan, sepinya Pasar Manggis salah satunya disebabkan oleh sikap pengelolaan yang kurang komunikatif. Ia menilai hal tersebut mencerminkan ketidakefektifan manajemen dalam menata dan mengembangkan kawasan pasar.
“Faktor internal seperti promosi yang minim dan manajemen yang kaku membuat pengunjung enggan datang,” ujarnya. 20 Februari 2026
Ia menambahkan, diperlukan solusi yang inklusif dari pihak manajemen dengan membangun dialog terbuka antara pengelola dan pedagang agar pasar tradisional tersebut kembali hidup dan ramai.
Para pedagang juga berharap pengelolaan pasar ke depan lebih fokus pada fungsi pengembangan pasar dan peningkatan promosi, bukan semata-mata menuntut kewajiban tanpa memperhatikan kesejahteraan pedagang.
“Kami meminta hentikan penekanan untuk menutup tempat usaha dan pemutusan aliran listrik. Bangun silaturahmi antara manajemen pasar dan pedagang agar dapat berkolaborasi meramaikan pasar serta meningkatkan kesejahteraan pedagang. Dengan begitu, kami juga bisa membayar kewajiban dengan lancar,” tuturnya.
Para pedagang berharap aspirasi, keluhan, dan suara hati mereka dapat direspons positif oleh pihak manajemen pasar.
Sampai berita ini diterbitkan pihak terkait belum bisa di konfirmasi (Red).





