Maumere,ard- news.com – Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat pagi, 15 Agustus 2026. Pemerintah pusat langsung memberikan perhatian ke Kota Maumere. Namun, di sebelah utara Maumere, Pulau Palue, Kecamatan Palue justru menjadi wilayah dengan dampak paling berat dan nyaris terlupakan dari bantuan.
Berdasarkan data sementara, empat desa di Pulau Palue mengalami kerusakan parah. Keempat desa tersebut adalah Desa Tuanggeo, Ladolaka, Rokirole, dan Nitung.
Kerusakan dan Korban
Hasil pendataan mencatat sedikitnya *141 rumah warga mengalami kerusakan berat*. Selain itu, tiga fasilitas umum di Desa Tuanggeo juga dilaporkan rusak berat.
Dari sisi korban, tercatat 1 orang meninggal dunia dan 28 orang mengalami luka-luka dengan kondisi mulai dari luka ringan hingga berat.
Infrastruktur Lumpuh Total
Akses menuju Pulau Palue lumpuh total. Jalan utama terputus dan tertutup batu-batu besar. Jaringan air bersih tidak berfungsi, listrik padam, dan sinyal telepon seluler juga hilang.
Kondisi ini menyebabkan distribusi bantuan dan tenaga medis sulit masuk ke lokasi.
Warga Minta Perhatian
Di tengah keterpurukan, warga Pulau Palue menyampaikan harapan agar mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun semua pihak.
Beberapa warga bahkan menyebut nama Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam video yang viral di media sosial.
“Kami sangat membutuhkan bantuan dari Bapak KDM. Tolong bantu kami korban gempa, kami tidak punya rumah dan tempat tinggal,” ujar warga dalam video tersebut.
Warga menegaskan tidak menyalahkan pihak mana pun atas keterlambatan bantuan. Namun mereka berharap ada kehadiran dan bantuan nyata, terutama air bersih, sembako, tenda darurat, dan tenaga medis.
Bupati Tempuh Jalan Kaki 4 Kilometer
Dengan kondisi jalan yang rusak parah, Bupati Maumere dilaporkan tetap hadir ke lokasi dengan menempuh jalan kaki sejauh 4 kilometer untuk menjangkau kampung terdampak.
Kondisi geografis yang sulit ini menjadi tantangan besar bagi gerak cepat pengiriman bantuan dari pemerintah pusat.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Pulau Palue masih sangat membutuhkan bantuan logistik dan medis untuk bertahan.**






